Demokrasi, Di Antara Pluralisme

Dalam politik adalah sebuah hal biasa. Kemampuan yang digunakan untuk membentuk kesetimbangan yang ada antara berbagai hal yang diduga saling bertentangan. Adalah karakteristik dari sebuah kepemimpinan. Dengan begitu, pemimpin nantinya harus memiliki sebuah kemampuan untuk merumuskan resolusi. Pasca Pemilu tahun 2019, keterbelahan publik karena sebuah pilihan politik tidak juga mereda setelah sebuah penetapan final yang ada di dalam sidang Mahkamah Konstitusi. Perspektif sebagian publik yang berbeda dengan realitas panggung politik yang ada pada saat itu.

Demokrasi, Di Antara Pluralisme

Kini pandangan atas apa yang akan dilakukan oleh pemimpin yang terpilih, dilakukan untuk menguatkan kembali hubungan sosial dengan situs sbobet yang sempat renggang tersebut. Pada sebuah kesimpulan yang pertama, ada dua narasi penting yang muncul seiring dengan terjadinya pesta demokrasi. Diksi antara dua kubu mewakili aspek pendekatan pluralisme dan neo fundamentalisme di Indonesia. Kita perlu memahami tentang perspektif terkait, sebuah hal yang kita gunakan untuk menganalisis mengkaji nya, untuk keluar dari perangkap kontestasi demokrasi yang tidak berkesudahan. Seolah, konflik politik yang tidak mengenal titik temu dan kompromi. Konflik politik, sejatinya adalah sebuah konflik dari nilai dan moral. Dimana kubu sebagai sebuah penjaga pluralisme, dan sisi lain kelompok yang lainya tertunjuk menjadi pembawa sebuah paham radikal dan di sebut fundamentalisme.

Memaknai Pluralisme

Keberagaman kita, saat ini bisa terpecah bagian kalimat “Saya Pancasila, Saya Indonesia” sekalipun, yang nampak secara salah dipergunakan sebagai sebuah upaya untuk menghilangkan sebuah perbedaan. Yang sejatinya memang hadir dalam kehidupan kemasyarakatan kita. Tubuh bangsa ini, layaknya sebuah ikatan sosial bersama dan juga terus bertumbuh. Proses tersebut kemudian berlangsung secara berkelanjutan. bukan sekedar titi final yang berhenti pasca kemerdekaan.

Pada situasi politik yang mengalami sebuah pembenturan melalui sebuah prose, maka ada moralitas yang dijadikan sebagai sebuah panduan bersama. Setidaknya melalui The Morality of Pluralism, (John Kekes, 2013), mencoba mengajukan sebuah alternatif, yang dilakukan dalam untuk melihat persoalan moralitas dan konflik yang terjadi.

Imajinasi tentang pluralisme, akan sangat terkait  dengan peran vital moralitas. Setidaknya butuh sebuah komitmen pada sebuah nilai-nilai yang berlalu. Hal ini sebagai bentuk dari kesadaran reflektif. Dimana negara memberi sebuah ruang polisi sesuai dengan kehidupan berwarga negara yang penuh dengan pluralitas.

Komponen penting dari sebuah nilai pluralisme, menurut Kekes, meliputi sebuah kenyataan bahwa

  • Konflik nilai merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan masyarakat
  • Dibutuhkan sebuah upaya rasional sebagai rumusan atas sebuah resolusi konflik
  • Nilai-nilai yang juga berkembang dalam masyarakat memiliki sebuah kompatibilitas sosial, sehingga tidak dapat diperbandingkan lagi.

Dengan begitu, diketahui semua sistem atau nilai yang sama sebagai mekanisme yang dinilai berbeda oleh setiap orang secara subjektif. Seperti halya relativisme, tidak akan mampu menjelaskan keberadaan pluralisme moral. Sehingga, menurut Kekes, pluralisme yang terletak pada sebuah penghargaan atas keberagaman konsep dan nilai. Dimana kajian pluralisme Kekes, mengambil sebyah dasar di antara konsep monisme dan juga relativisme.

Merujuk kepada sebuah kondisi tersebut, kita perlu untuk dapat memahami bahwa terdapat juga sebuah keterbatasan yang dimiliki secara subjektif. Sehingga, upaya yang dibutuhkan untuk sebuah kemajuan moral dari sebuah kehidupan bermasyarakat, sebagai sebuah hubungan sosial sebagai bentuk cara untuk menghargai masing-masing nilai. Hal tersebut dibutuhkan guna membangun sebuah kemajuan moral dari sebuah kehidupan bermasyarakat.

Kegagalan Demokrasi

Pada sisi yang berbeda, sebuah radikalisme adalah sebuah cara yang kini diarahkan atau ditujukan kepada seluruh kelompok Islam. Perlu juga dipahami, bahwa pada banyak konflik yang terjadi di seluruh penjuru dunia akan sangat terkait dengan latar belakang persoalan keyakinan keberagamaan. Problemnya, relasi tentang aksi dalam sebuah pertentangan tersebut terjadi sebagai sebuah kausalitas. Hal inilah yang kemudian menyebabkan posisi resiprokal yang memicu konflik tidak berkesudahan. Pandangan tentang apa yang disebut sebagai sebuah Radikalisme Islam.

Pada realitanya, radikalisme Islam juga terjadi dan juga berkembang di berbagai negara Barat. Situasi tersebut yang artinya menggambarkan bahwa terjadi ketertarikan untuk melakukan sebuah pendekatan kembali kepada kehidupan masyarakat berdasarkan dengan diri pada kaidah islam atas aspek ekonomi, politik dan budaya. Dengan situasi tersebut, Islam yang kemudian akhirnya mengalami sebuah proses radikalisasi, sebagai sebuah bentuk manifestasi atas sebuah kefrustasian pada sebuah wajah modernitas Barat. Radikalisme islam menjadi antithesis dari hasil proses westernisasi tersebut.

Sementara arus globalisasi, sekarang ini dalam makna perluasan akses ke seluruh dunia. Juga menjadi sebuah sarana cepat sebagai proses internalisasi nilai-nilai Islam yang disalahpahami. Kondisi radikalisasi Islam merupakan sebuah bagian dari konsekuensi dan keterasingan kelompok Islam secara patologis atas semua kemajuaan peradaban sesuai negara barat. Dimana keberadaan Islam politik yang mempergunakan sebuah format demokrasi dipandang sebagai sebuah cara yang gagal dalam mendorong sebuah implementasi Islam sebagai nilai besar yang ada dalam konsepsi kehidupan bernegara.

Sehingga, interpretasi atas Islam disusun ulang diluar konteksnya. Terkait hal tersebut, Kita sudah sepatutnya membuka sebuah ruang dialog. Dengan begitu, Islam menjadi mampu untuk dipahami serta juga dikonfirmasi dengan nilai-nilai yang ada dalam demokrasi.

Esensi dan Eksistensi

Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana mendamaikan persoalan yang sudah sedemikian kuat terjadi setelah sebuah kontestasi politik yang sedemikian sengit terjadi ? bagaimana format yang digunakan untuk dapat menyelesaikan pertikaian antar agama tersebut?

Esensi sebuah demokrasi adalah memberikan sebuah ruang hidup bagi perbedaan yang terjadi sebagai sebuah bentuk nilai sebagaimana pluralisme dipahami. Justru tidak dilakukan dengan sebuah upaya yang bersifat memaksa, tetapi membangun sebuah rasa saling memahami di dalam sebuah perbedaan tersebut.

Sementara itu, sebuah eksistensi dari keberadaan yang berbeda-beda dapat dihargai sebagai sebuah bentuk yang alami dari konsekuensi pembangunan kehidupan bersama dalam masyarakat. Termasuk dengan memahami kehadiran neo fundamentalisme sebagai bentuk atas kritik dari gagalnya rintisan demokrasi itu sendiri.

Jadi, apa yang dapat dilakukan ? Seperti yang diungkapkan oleh Oliver Roy, diperlukan sebuah kesadaran bersama untuk membuka lebar ruang dialog. Dilakukan sebagai sebuah upaya yang signifikan. Situasi ini tentu tidak akan terjadi dalam waktu yang pendek saja, terlebih masih tersisa luka hasil kompetisi politik yang ada di antara mereka. Butuh waktu yang cukup untuk keadaan kembali normal.

Sesungguhnya menunjukan diri mewakili sikap pluralisme dan kemudian menempatkan pihak lain sebagai sebuah representasi radikal dari neo fundamentalisme adalah bentuk dari prasangka yang belum tentu memang benar adanya. Terlebih karena dunia politik yang setiap saat berorientasi pada sebuah kepentingan kekuasaan.

Demikian itulah demokrasi yang terjadi antara pluralisme, kini memang sudah saatnya kita melakukan sebuah dialog untuk rekonsiliasi. Karena yang membuat dua kubu saling serang adalah kepentingan politik.Dalam waktu dekat mungkin hal tersebut tidak dapat hilang secara keseluruhan, mengingat masyarakat indonesia hidup dalam pluralisme.

Pluralisme dan Perjuangan Untuk Keadilan

Pada saat banyak orang yang ada di seluruh dunia sedang menghadapi sebuah pengawasan, penangkapan, serangan dan bahkan juga pembunuhan. Saat ini kita akan berbicara dalam sebuah topik pluralisme dan juga sebuah perjuangan untuk keadilan dan juga kesetaraan. Ini adalah sebuah topik yang telah ada dan menjadi topik yang mendesak di seluruh dunia. Konflik yang berbasis identitas adalah sebuah konflik yang sudah ada dna juga sudah berdiri sejak waktu yang lama. Tapi dalam satu tahun terakhir ini kita telah melihat lebih banyak narasi beracun yang tersebar di seluruh dunia. Pemimpin telah menyajikan sebuah retorika beracun yang menyalahkan seluruh kelompok untuk sebuah keluhan sosial dan ekonomi penduduk.

Kita yang tidak pernah bisa rapi untuk dapat mendefinisikan sebuah identitas kita sendiri, tentu saja. Bagi kita semua, identitas kita adalah sebuah gabungan dari banyak hal yang berbeda yang terdiri dari identitas atas jenis kelamin, asal etnis, warna kulit, keyakinan agama. Ini identitas yang pastinya akan berbeda saling mempengaruhi satu sama lain dalam sebuah cara yang kompleks. Namun, dalam artikel ini ingin fokus terutama pada penggunaan sinis menyangkut agama dan juga tentang identitas keagamaan, yang digunakan sebagai salah satu senjata oleh para pemimpin yang berusaha untuk membelah dan juga menyalahkan.

Pluralisme dan Perjuangan Untuk Keadilan

Kita juga bisa lihat di Eropa bagaimana dengan nilai-nilai lama sekularisme yang datang dari sebuah tekanan yang meningkat diakibatkan oleh narasi beracun yang menyalahkan seluruh kelompok untuk kecemasan dan juga ketakutan masyarakat. Misalnya saja Anda hanya perlu melihat sebuah sasaran diskriminatif Muslim di bawah keadaan darurat yang ada di Perancis. Dan kita yang melihat tingginya tingkat konflik yang ada di banyak bagian dunia. Perjuangan garis agama atau yang terjadi di sektarian Timur Tengah dan Afrika Utara masih terjadi dalam skala yang mengkhawatirkan, sementara kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan sebuah kekerasan mematikan di atas nama agama yang dilakukan di Afrika Barat. Dalam artikel ini kita akan bahas tantangan pluralisme yang terjadi di seluruh dunia, dan bagaimana menyikapinya.

Indonesia

Mari kita mulai dengan Indonesia, yang seperti kita ketahui saat ini negara Indonesia merupakan negara dengan Mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sebelumnya juga telah memiliki banyak agama lainnya seperti Hindu dan Budha, dan Kristen, yang sudah ada sejak lama. Namun, meskipun kebergamanan yang ada di Indonesia sangat kompleksitas, tentunya di warnai dengan sejarah panjang yang bergolak. Indonesia mungkin dahulu bisa membanggakan hal tersebut dengan keharmonisan agama yang berbeda. Dalam hal ini banyak yang kagum dengan Indonesia. Namun komitmen konstitusional untuk pluralisme, dan juga tradisi liberal lama yang memungkinkan gerakan sosial yang kuat untuk dapat berkembang.

Pancasila, merupakan sebuah prinsip dasar Indonesia, memberikan mandat yang kuat untuk keadilan sosial dan persatuan. Dibandingkan dengan beberapa negara lain dengan jumlah populasi sama besar dan kompleks namun tidak banyak negara seperti Indonesia yang benar-benar berhasil sebagai negara pluralisme. Meskipun tetap adanya konflik yang terjadi. Tentang ketegangan agama yang kemudian diaduk dan dimanfaatkan untuk sebuah kepentingan sekelompok orang.

Membedah masalah

Mereka yang menggeluti dunia politik, umumnya akan berhasil ketika mereka menggunakan rasa takut atau keluhan dan memasuknya. Ketika kita sedang berbicara tentang sebuah toleransi agama, jarang dimulai dengan sebuah kekerasan. Kekerasan yang terjadi dalam suatu lingkungan yang biasanya memang memungkinkan. Jadi hal itu semua berasal dari budaya diskriminasi, sering di buat lebih mudah oleh sebuah kebijakan yang hanya menargetkan kelompok-kelompok tertentu saja.

Jadi narasi mendelegitimasi sebuah kelompok minoritas atau orang luar. Hal ini nantinya akan menyebabkan marginalisasi dan diskriminasi, dan nantinya hal ini pada akhirnya akan menyebabkan kekerasan. Negara yang tidak netral, adalah dengan membela identitas agama suatu bangsa, cara tersebut diharapkan. Keadilan yang hampir tidak pernah dilakukan.

Pengalaman panjang dan juga pahit telah bangsa Indonesia rasakan, menunjukkan kepada kita tentang bagaimana masyarakat di gunakan sebagai sebuah alat kekerasan. Biasanya individu atau kelompok yang mengatasnamakan mereka fanatik, adalah salah satu contoh dari masyarakat yang sukses sebagai bagian pluralisme.

Diskriminasi

Tentang Diskriminasi, ketika ada satu kelompok yang tidak diperlukan sama oleh negara. Di Indonesia, kita telah melihat ini, seperti beberapa berita pengambilan tempat ibadah oleh masyarakat lokal. Atau sebuah cara yang menyimpang dari putusan pengadilan, menolak untuk mengizinkan sebuah tempat ibadah untuk buka kembali. Tentunya sebuah kerukunan masyarakat yang tidak akan terjadi ketika mayoritas menekan minoritas. Serta atas nama agama, kita yang juga bisa melihat sebuah diskriminasi terhadap perempuan melalui hukuman yang ada di Aceh. Misalnya saja tentang Undang-undang tentang “perzinahan” memiliki sebuah dampak yang tidak proporsional untuk wanita. Tentunya ini bukan merupakan sebuah hal yang tepat, untuk mendapatkan hukuman yang tidak sesuai.

Perundang-undangan

Ketiga adalah di mana undang-undang yang digunakan untuk menegakkan agama dan masyarakat. Ini adalah masalah yang masih ada di Indonesia. Meskipun di negara ini jaminan kebebasan beragama sudah dijamin dalam konstitusi. Namun hal ini tetap melarang kegiatan mereka yang menyebarkan ajaran agama diskriminasi secara langsung. Hukum diskriminasi yang ada di Indonesia menjadi sebuah hal yang juga merusak juga. Tidak hanya secara diskriminatif, tapi juga suatu hal yang diterapkan khususnya terhadap mereka yang termasuk ke dalam agama minoritas. Atau mereka yang lebih memilih keyakinan yang menyimpang dari prinsip utama agama yang sudah diakui secara resmi.

Seperti tuduhan yang dilakukan terhadap Mantan Gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal sebagai Ahok. Dengan cara membuat komentar di dalam video yang diposting dengan narasi penghinaan ayat-ayat Alquran, padahal video tersebut palsu dan editan. Namun pemerintah yang lebih tertarik untuk memenuhi sebuah tuntutan dari sebuah kelompok agama daripada membela sebuah pluralisme serta kesetaraan antara manusia. Pada akhirnya, hukum tersebut ada untuk memperkuat gagasan bahwa bangsa memiliki satu agama saja.

Demikian itulah pluralisme dan perjuangan untuk keadilan. Dimana seperti sekarang ini lebih banyak konflik yang bermunculan terkait isu minoritas dan mayoritas yang digoreng agar menghasilkan sebuah konflik. Biasanya di buat oleh orang yang memiliki kepentingan tertentu. Semoga dengan adanya artikel ini mata kita lebih terbuka tentang pandangan pluralisme yang tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di dunia. Setiap perbedaan tidak menjadikan sebuah penghalang untuk sebuah kerukunan, dengan perbedaan tersebut kita yang dapat lebih menjalani hidup dengan kompleks. Mengakui tentang pandangan orang lain adalah sebuah hal yang harus kita lakukan. Begitu juga nantinya yang akan orang lain lakukan kepada kita.

Manfaat Pluralisme bagi Masyarakat Indonesia & Cirinya

Pluralisme sendiri yang dimana menjadi suatu hal yang selalu menjadi kontroversi, karena hampir semua masyarakat yang mengalami sebuah ketegangan  yang ada di antara keragaman dan juga sebuah homogenitas yang dimana dalam hal ini sejatinya ke semua itu menjadi sebuah hal yang dapat memberikan sebuah manfaat yang ada sekaligus menciptakan sebuah masalah yang ada dan  bagi kehidupan dalam bermasyarakat. 

Manfaat Pluralisme bagi Masyarakat Indonesia & Cirinya

Untuk dapat memperjelas tentang semua pemahaman yang memang ada tentang ciri dan juga tentang manfaat agen sbobet terpercaya pluralisme yang ada bagi masyarakat, Maka dalam artikel ini akan dijelaskan. Pluralisme sendiri yang dimana hadir sebagai sebuah filsafat yang dimana politik  yang tentang sebuah pengakuan dan juga sebuah penegasan keragaman dalam sebuah suku dalam perpolitikan, yang dimana setidak nya memungkinkan hidup berdampingan secara damai dari berbagai macam kepentingan, keyakinan dan juga gaya hidup. 

Meskipun tidak semua pluralis politik yang dimana mendukung demokrasi pluralis, ini yang dimana memang menjadi salah satu hal yang paling umum karena arti demokrasi yang dimana sering dipandang sebagai salah satu cara yang dimana memang paling adil dan juga juga efektif yang digunakan untuk memediasi antara sebuah arti nilai-nilai yang memang berbeda. Pluralisme yang dimana berasumsi bahwa sebuah keragaman yang ada dan bermanfaat bagi masyarakat dan juga bahwa otonomi yang dimana harus  menjadi salah satu hal yang dinikmati oleh beberapa kelompok-kelompok yang dimana menjadi yang fungsional atau  juga budaya yang dimana berbeda dalam  sebuah suatu masyarakat, termasuk juga dengan kelompok agama, serikat pekerja, organisasi dan profesi, dan juga etnis minoritas.

Pengertian Pluralisme

Pluralisme sendiri yang dimana adalah sebuah penerimaan keberagaman yang dimana sehingga setiap manusia di gunakan untuk bisa mendapatkan sebuah hak dan juga sebuah kewajibannya yang dimana biasanya harus sejajar dengan manusia lain. Pluralisme sendiri yang dimana adalah sebuah kebersamaan  yang ada dalam sebuah hak untuk dapat memandang seorang manusia lain secara setara. Dalam hal ini sendiri dimana tidak ada kategori manusia yang dimana lebih tinggi derajatnya atau lebih rendah. Sehingga dalam hal inilah, dimana nantinya setiap manusia sendiri yang  dimana walaupun berbeda dan juga beragam tapi mempunyai sebuah derajat dan pandangan yang dimana sama di mata manusia yang lainnya.

Manfaat Pluralisme

Berbagai macam hal yang timbul dari keadaan pluralisme yang dimana telah memiliki banyak sekali manfaat yang ada bagi masyarakat, yang dimana di antara lainnya yaitu adalah sebagai berikut;

Menumbuhkan Sifat Penghargaan

Untuk dapat mengajak agar nantinya warga negara sendiri yang dimana agar bisa dapat membangkitkan sebuah sifat penghargaan yang ada  antara ras yang satu dan dengan ras  yang lainnya, antara beberapa etnik atau juga suku yang satu, dengan suku yang lainnya, antara sebuah pengikut agama yang  dimana satu dengan penganut agama yang lainnya, atau  juga yang ada di antara golongan yang satu dan dengan lainnya.

Selain itu, dimana tiap-tiap warga, etnik, dan juga ras serta penganut agama tertentu, yang dimana dalam hal ini bisa mengembangkan sebuah kultur, nilai-nilai ajarannya, serta  juga tradisinya. Tak seorang pun yang dimana dalam hal ini nantinya bisa menghalangi upaya sebuah pengembangan tersebut yang dimana karena mereka dilindungi oleh sebuah undang-undang, yang dimana hal ini sendiri adalah salah satu hal yang juga didasarkan pada sebuah kesepakatan dan juga sebuah persetujuan yang ada di sebuah  warga secara keseluruhan.

Kemandirian

Kegunaan dan juga penerapan  yang dimana ada dalam sikap pluralisme yang juga  selanjutnya adalah dengan mengatakan setiap warga yang dimana dalam hal ini sendiri bisa berdiri di atas kakinya sendiri, dan juga tanpa adanya sebuah perasaan yang memang  tertekan, terkontrol, serta  juga diawasi oleh warga lain yang dimana jika  berbeda kultur. Setiap warga yang dimana juga  mempunyai sebuah hak untuk sebuah hidup yang lebih maju, bahkan juga mempunyai hak untuk dapat mengembalikan sebuah tradisi dan juga sebuah kultur yang dimana telah lama menjadi sebuah ajaran atau juga  panutan pada setiap warga sehingga nantinya kondisi inilah yang juga akan menimbulkan sebuah stimulasi dan juga kemandirian.

Kebebasan

Manfaat pluralisme yang selanjutnya juga adalah dengan memberikan sebuah kebebasan  yang dimana mencakup sebuah institusi dan juga sebuah pranata sosial dan juga sebuah kultural  yang dimana dalam hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang bisa berdiri sebanyak-banyaknya, tanpa ada sebuah halangan dan juga sebuah tantangan. Hubungan dengan sebuah kultur atau juga dengan budaya yang dimana sama bisa dibangun dengan cara seoptimal  mungkin dan juga dengan sedekat mungkin, tanpa adanya beberapa batas-batas hierarkikal dan juga birokrasi, hingga juga adanya batas negara sekalipun.

Toleransi

Adanya juga sebuah perwujudan  yang ada di dalam sebuah sikap pluralisme yang dimana di dalam sebuah kehidupan yang ada di dalam masyarakat ini yang juga menjadi suatu hal yang juga akan menimbulkan sebuah jiwa-jiwa yang dimana penuh dengan sebuah toleransi  yang ada tanpa adanya sebuah arti diskriminasi yang ada terhadap sebuah perbedaan apapun, sehingga dalam hal ini yang dimana masyarakat yang dimana juga dihadapkan dengan berbagai macam permasalah konflik sosial akan segera mungkin untuk dapat mengatasinya. 

  • Contoh akan sebuah sikap ini yang dimana misalnya saja ketika hadirnya dalam berbagai macam Agama yang ada di Indonesia yang dimana setidaknya sampai saat ini sendiri ada 6 nama Agama yang resmi. Dalam beragama yang dimana menimbulkan sebuah perspektif untuk dapat bertoleransi ketiga agama lainnya sedang melakukan sebuah upacara atau juga peribadatan, sehingga sampai saat inilah dimana Indonesia sendiri yang dimana meski dalam sebuah bingkai perbedaan. Pluralisme memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
  • Kekuasaan yang biasanya berada di tangan rakyat. Akibatnya, dimana hak semua yang akan dilindungi. Orang-orang yang dimana  memiliki kekuasaan di tangan mereka yang dimana menghasilkan sebuah negara yang juga memiliki sebuah demokrasi sejati. Demokrasi semacam ditunjukkan oleh kebebasan rakyat untuk dapat memilih partai politik melalui sebuah sistem pemungutan suara rahasia. 
  • Pluralisme sendiri yang dimana tentang berpendapat bahwa negara yang  selalu netral. Karena itu, dimana  tidak akan pernah bertindak dengan cara yang memang merugikan para warganya. Pemerintah yang dimana juga harus bekerja untuk sebuah kebaikan semua orang. Oleh karena itu, dimana negara yang juga dalam hal ini harus melibatkan banyak orang dalam sebuah proses pengambilan keputusan terkait kebijakan nya.  Dimana harus melibatkan tentang banyak orang yang ada dalam sebuah proses tentang pengambilan keputusan yang terkait. Beberapa orang yang dimana tidak boleh untuk dapat mendominasi sebuah operasi dari pemerintah.

Demikian itulah tentang keanekaragaman yang ada tentang adanya sebuah penjelasan tentang manfaat yang ada tentang pluralisme bagi masyarakat di Indonesia dan juga karakteristiknya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan sebuah referensi kepada segenap pembaca yang tentang penjelasan manfaat tentang sebuah pluralisme bagi masyarakat di Indonesia dan karakteristiknya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan referensi kepada segenap pembaca yang sedang mencari artikelnya. Terimakasih.

Pluralistik Memicu Konflik, Konflik Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Konflik yang dimana merupakan sebuah hal yang dapat terjadi akibat adanya sebuah perbedaan  yang ada pada pandangan yang ada  antara beberapa kelompok masyarakat yang dimana umumnya berada di suatu wilayah. Perbedaan tentang pandangan ini  yang dimana hal ini juga bisa menjadi salah satu yang terjadi di dalam sebuah lingkup suku, agama, ras, dan juga yang ada antara golongan atau yang dimana hal ini sendiri yang sering disingkat dengan nama SARA. Tak adanya manajemen nya terhadap perbedaan pandangan dimana hal ini  juga menjadi salah satu hak yang mengakibatkan konflik  ini menjadi muncul secara perlahan-lahan.

Pluralistik Memicu Konflik

Di Indonesia yang sendiri yang merupakan masyarakatnya termasuk pluralistik dan penuh keberagaman, dimana konflik sendiri menjadi salah satu hal yang sudah biasa terjadi. Hanya saja,  dimana banyak orang yang malah memanfaatkan konflik ini sebagai salah satu cara untuk sebuah kepentingan lain hingga juga berhasil pecah dan menjadi lebih besar. Seperti halnya  konflik yang dahulu telah menjadi konflik besar di Indonesia. Tentunya hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang sangat di sayangkan terjadi di Indonesia. Maka mari mengingat hal ini agar tak terjadi lagi hal seperti ini di masa depan. 

Konflik Antar Suku di Sampit (2001)

Barangkali ketika kerusuhan yang dahulu pernah terjadi di Sampit adalah sebuah kerusuhan yang dimana antar sebuah suku memang paling mengerikan yang pernah ada dan juga terjadi di Indonesia. Konflik ini juga menjadi salah satu hal yang diduga akibat adanya warga Dayak yang telah dibantai oleh Warga Madura yang  dimana dahulu menetap di sana. Versi lain yang juga  mengatakan jika konflik ini pecah karena kedua suku yang dimana saling membakar rumah dan juga mengakibatkan Suku Dayak yang dimana pada saat itu memenuhi hampir semua wilayah  yang berada di Kalimantan Tengah murka.

Akibat hal ini, sendiri yang dimana terdapat 500 orang yang di ketahui dan dikabarkan meninggal dunia. Dari jumlah itu  dimana 100 diantaranya telah mengalami sebuah pemenggalan kepala yang dilakukan  oleh Suku Dayak. Pemenggalan ini sendiri yang dimana pada saat itu dilakukan oleh Suku Dayak karena mereka yang dimana  ingin mempertahankan wilayahnya pada saat itu  yang dimana diketahui mulai dikuasai oleh Suku Madura. Pihak Kepolisian setempat pada saat itu sebenarnya sudah menangkap beberapa orang-orang yang memang dianggap menjadi dalang dari kerusuhan tersebut. Namun pada saat itu setelah ditangkap, Kantor Polisi  yang juga kemudian pada saat itu malah justru dikepung oleh para Suku Dayak hingga dimana pada saat itu Polisi terpaksa melepaskan kembali tahanan tersebut. Konflik yang dimana terjadi di tahun 2001 ini sendiri  yang pada akhirnya berakhir setelah setahun kemudian konflik ini berlangsung.

Konflik Antar Agama di Ambon (1999)

Konflik yang juga ada pada kaitannya dengan agama yang mana dahulu pernah terjadi di Ambon yang dimana terjadi sekitar tahun 1999. Konflik ini sendiri yang dimana pada akhirnya menjadi sebuah konflik yang kemudian meluas dan juga  menjadi sebuah kerusuhan buruk yang terjadi dimana pada saat itu antara agama Islam dan juga Kristen yang dimana berakhir dengan banyaknya orang  yang meninggal dunia. Orang-orang yang dimana ada dari kelompok Islam dan juga  Kristen  yang pada saat itu saling serang dan juga berusaha menunjukkan kekuatannya. Konflik ini sendiri yang dimana adalah sebuah konflik yang pada awalnya dianggap sebagai konflik biasa. 

Namun yang kemudian muncul sebuah dugaan jika dalam konflik ini sendiri ada pihak yang memang sengaja merencanakan dengan cara memanfaatkan sebuah isu. Dimana dalam hal ini juga pada saat itu ABRI yang juga tak menangani dengan baik, bahkan diduga sengaja melakukannya agar konflik ini terus berlanjut dan mengalihkan isu-isu besar lainnya. Kerusakan yang pada saat itu telah terjadi Ambon  membuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia jadi membahas hingga wajahku yang memang cukup lama. 

Konflik Antara Etnis (1998)

Dimana pada tahun ini adalah tahun kelam yang menjadi catatan sejarah yang ada di Indonesia. Kerusuhan yang sempat terjadi di penghujung Orde Baru di tahun 1998 awalnya adalah sebuah hal yang dipicu oleh sebuah krisis moneter yang  diman krisi ini sendiri membuat banyak sektor yang ada  di Indonesia runtuh. Namun dimana dalam hal ini lambat laun kerusuhan yang kemudian menjadi semakin mengerikan hingga dalam hal ini berujung pada sebuah konflik yang terjadi  antara etnis pribumi dan juga etnis Tionghoa. Kerusuhan yang dimana melebar dan juga menjadi salah satu yang menyebabkan banyak aset-aset yang dimiliki etnis Tionghoa sendiri pada saat itu banyak yang dijarah dan juga dibakar karena sebuah kemarahan.

Selain menjarah dan juga membakar banyak hal yang penting dari etnis Tionghoa. Mereka juga  yang dimana pada saat ini melakukan sebuah tindak kekerasan yang ada kepada para wanita yang memang  dari etnis ini. Kasus pelecehan seksual menjadi kasus yang paling banyak dilaporkan hingga juga beberapa kasus pembunuhan pun yang dimana tak bisa dihindari. Konflik antar etnis yang pernah terjadi di Indonesia pada saat itu benar-benar membuat negeri ini menjadi seperti lautan darah.

Konflik Golongan Agama Ahmadiyah & Syiah

Indonesia memiliki banyak sekali golongan-golongan yang ada di dalam sebuah agama. Misal di agama Islam sendiri yang dimana ada yang memposisikan sebagai golongan NU, Muhammadiyah, hingga Ahmadiyah. Sayangnya, dimana ada beberapa golongan yang juga dianggap sebagai salah satu yang menyimpang hingga pada akhirnya golongan ini sendiri dimusuhi oleh golongan lain yang dimana jauh lebih dominan. Konflik yang juga dimana menjadi salah satu hal  yang menjadi paling nampak terlihat dari sebuah golongan Ahmadiyah yang dimana mengalami banyak sekali sebuah tekanan yang ada  dari kelompok mayoritas yang ada  di wilayahnya.

Mereka yang dimana pada saat itu dianggap menyimpang hingga akhirnya sekelompok orang yang kemudian diusir, beberapa rumah ibadah dan warga dibakar hingga juga terdapat beberapa aksi kekerasan lainnya. Jemaah yang berasal dari Ahmadiyah yang kemudian dipaksa kembali ke ajaran asli dan juga meninggalkan ajaran lamanya. Selanjutnya dimana ada juga kelompok lainnya yang bernama Syiah yang dimana kelompok agama ini juga ditekan di Indonesia. Kelompok ini sendiri adalah kelompok yang dianggap sesat dan juga harus diwaspadai dengan serius.

Sayangnya,  dimana masyarakat yang pada saat itu terlalu ekstrem hingga dimana ketika itu banyak melakukan sebuah kekerasan yang ada pada kelompok ini yang dimana mulai dari pembakaran rumah ibadah hingga juga pesantren. Hal ini yang dimana juga menjadi salah satu hal yang dilakukan dengan sebuah dalih  yang digunakan agar Islam yang ada  di Indonesia tidak tercemar oleh  orang dari ajaran pengikut Syiah.

Konflik Antar Golongan dan Pemerintah 

Konflik yang juga pernah terjadi dengan beberapa kelompok-kelompok tertentu yang sering terjadi di wilayah Indonesia. Paling heboh hingga sampai di bawa ke dunia Internasional adalah masalah dengan sebuah Gerakan Aceh Merdeka atau yang dikenal dengan GAM. Konflik ini sendiri yang dimana adalah konflik yang terjadi akibat adanya banyak  milisi GAM yang dimana pada saat itu menginginkan  diri untuk dapat lepas dari Indonesia. Sayangnya  dimana pemerintah  sendiri yang dimana pada saat itu tak mau hingga kemudian adu kekuatan yang terjadi dan berlangsung selama bertahun-tahun. 

Masyarakat pluralistik yang ada di Indonesia membuat indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang rentan terjadinya sebuah konflik yang ada. Kita harapkan semoga konflik-konflik seperti di atas tidak pernah terjadi lagi di Indonesia. 

Pengertian Pluralisme di Indonesia Menurut Para Ahli

Pengertian Pluralisme dan juga Contoh Pluralisme. Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang sangat beragam. Negara yang dimana dengan jumlah penduduk yang dimana di indonesia sendiri terdapat 200 juta jiwa saat ini yang memiliki keanekaragaman yang sangat indah yang membentang dari Sabang sampai dengan Merauke. Keragaman ini sendiri yang meliputi berbagai macam elemen mulai dari keragaman, suku kebudayaan, bahasa hingga kuliner yang menjadi ciri khas yang ada di suatu daerah dan juga sebagainya. Bicara tentang sebuah keragaman, tentu kita juga pastinya pernah mendengar tentang apa itu Pluralisme.

Pengertian Pluralisme Menurut Para Ahli

Dengan artikel ini anda akan memahami tentang situs joker123 dan arti pluralisme yang berada di sekitar kita. Pluralisme yang berada di dalam sebuah lingkup dalam ilmu dan juga pengetahuan adalah salah satu dari sebuah hal yang di paham yang dimana juga bersedia untuk dapat menerima berbagai macam perbedaan yang biasanya berada di antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Dilihat dari sebuah segi susunan harfiahnya, pluralisme yang dimana tersusun dari dua kata yaitu plural yang artinya beraneka ragam dan juga isme yang dimana artinya yaitu adalah paham.

Di Indonesia, sendiri tentang kesadaran akan pluralisme sendiri menjadi salah satu hal yang sangatlah penting, mengingat masyarakat sendiri yang dimana di indonesia sangat beragam dari berbagai macam aspek. Meski salah satu dari dampak buruk dari adanya pluralisme sendiri yaitu adalah konflik, namun ini tidak berarti yang harus perlu disorot adalah dari sisi konfliknya, tetapi dari sisi keberagaman yang secara nyata dan juga menjadi suatu hal yang harus disikapi dengan tenang dan juga dengan bijaksana melalui sebuah pemahaman akan sebuah pluralisme.

Definisi pluralisme

Di Indonesia, salah satu dari tokoh pluralisme yang dikenal adalah Abdurrahman Wahid atau yang biasa dikenal dan kita sebut dengan Gus Dur. Atas adanya usaha beliau yang dimana Indonesia mengakui keberagaman agama Konghucu yang dimana pada akhirnya akan disahkan menjadi salah satu dari agama yang tentunya ada di Indonesia. Atas jasa beliau, Gus Dur juga mendapatkan sebuah gelar sebagai Bapak Pluralisme sebab saat beliau memimpin menjadi presiden, toleransi tentang keberagaman yang tentunya menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan. Umat Konghucu yang dimana sebelumnya adalah salah satu dari umat minoritas yang pada akhirnya mendapatkan sebuah pengakuan. Ini adalah salah satu bukti bahwa sikap pluralisme sendiri adalah salah satu sikap yang sangat penting dan juga menjadi salah satu sikap yang tentunya harus dimiliki oleh masyarakat yang ada Indonesia yang tentunya hidup dalam sebuah keragaman.

Pengertian Pluralisme Menurut Para Ahli
Beberapa ahli yang dimana mereka mendefinisikan pluralisme sendiri sebagai berikut:

Definisi dari Webster

Pluralisme sendiri yang dimana merupakan suatu kondisi sosial yang biasanya akan meliputi keragaman dari budaya, ras, etnis, dan juga bahasa, suku, dan juga sebagainya. Mereka yang dimana biasanya memiliki ciri khas yang biasanya akan masing-masing untuk dapat bersedia untuk mempertahankan sebuah ciri khasnya itu dan juga bersedia untuk dapat berkecimpung dalam sebuah masyarakat yang dimana biasanya majemuk. Dari gambaran tersebut, masyarakat yang bisa hidup untuk saling berdampingan antara satu dengan yang lainnya, dan juga masyarakat yang bisa memegang teguh sebuah keyakinan yang biasanya digunakan untuk dapat mewujudkan sebuah rasa dari sebuah persatuan dan juga sebuah kesatuan yang dimana hal ini sendiri merupakan salah satu muasal terjadinya sebuah konflik yang ternjadi diantara golongan.

Anton M. Moeliono

Menurut ilmuwan yaitu Anton Moeliono, definisi dari pluralisme sendiri yaitu adalah salah satu dasar pemaknaan yang sangat jamak atau juga tidak satu dari seperti sebuah keberagaman atau juga sebuah kebudayaan yang ada di masyarakat. Ini berarti juga menjadi salah say hal yang memberikan sebuah penghormatan terhadap beberapa golongan lainnya yang dimana biasanya juga menjadi beberapa hal yang memiliki kebudayaan lain yang biasanya tidak sama seperti hal nya dirinya. Penghormatan tersebut yang dimana biasanya terwujud dalam sebuah bentuk sikap yang biasanya akan saling menghormati dan juga akan saling menghargai yang dimana merupakan sebuah pondasi dari sebuah terbentuknya pluralisme.

Gerald O Collins & Edward G. Farrugia

Pengertian pluralisme yang diungkapkan menurut kedua tokoh tersebut adalah salah satu dari cara pandang dan juga salah satu dari filosofis yang dimana juga tidak lantas menggambarkan dari semua pada prinsip atau juga sebuah keyakinan pribadi, yang nantinya biasanya akan ketersediaan untuk dapat menerima berbagai macam dari adanya keragaman yang ada. Adapun juga dari elemen yang dimana biasanya mencakup oleh pluralisme yang ada yaitu adalah dari segi agama, budaya dan juga dari segi politik.

Santrock

Pengertian pluralisme yang dimana menurut Santrock sendiri adalah salah satu hal penerimaan bagi setiap individu yang ada dan memiliki sebuah gagasan bahwa sebuah perbedaan atau juga sebuah budaya yang ada yang berada di antara sesama harus terus menjadi salah satu hal yang dihargai dan juga harus dipertahankan. Ini berarti yang dimana masyarakat yang dimana menyadari juga bahwa antara sebuah perbedaan dan juga budaya yang dimana biasanya akan dimiliki dan juga menjadi salah satu dari keberagaman yang biasanya ada adalah sebuah kesatuan yang biasanya menjadi salah satu hal yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Keberagaman dari budaya adalah sebuah akar dari sebuah bangsa yang dimana hal itu sendiri menjadi suatu hal yang pantas digunakan untuk menjadi sebuah dasar terbentuknya sebuah negara yang besar seperti negara Indonesia saat ini.

Samsul Ma’arif

Samsul Ma’arif yang dimana dirinya sendiri berpendapat bahwa yang dimaksud dengan adanya keberagaman adalah adanya sebuah toleransi yang hadir atas sebuah keragaman yang terjadi terhadap golongan dan juga budaya dan serta suku yang dimana biasanya akan ada di sebuah masyarakat. Perlu juga adanya sebuah sikap atau juga sebuah toleransi yang dimana biasanya akan menjadi dasar dari sebuah jiwa pluralisme yang dimana biasanya juga harus selalu muncul dalam setiap diri individu yang ada. Sikap ini adalah salah satu sikap yang dimana hal tersebut menjadi salah satu hal yang pantas menjadi sebuah awal mula dari sikap saling menghargai, menghormati, sekaligus juga sebuah sikap tentang menjunjung tinggi nilai-nilai dari keagamaan sekaligus juga nilai dari perbedaan yang biasanya ada di dalam masyarakat tersebut.

Singkatnya, yang dimana dari definisi tersebut jika pluralisme sendiri yang merupakan sebuah kesadaran akan adanya sebuah keragaman yang ada yang berdasar kan pada sebuah sikap yang ingin mewujudkan sebuah persatuan dan juga kesatuan yang ada di dalam masyarakat dengan menjunjung tinggi sebuah toleransi dan juga sebuah rasa saling menghormati yang ada di antara sesama.

Itulah beberapa pengertian yang didasari dan dikemukakan oleh para ahli, dimana Pluralisme sendiri adalah salah satu hal yang harus diterapkan di Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan penduduk. Semoga informasi tersebut bisa berguna. Terimakasih.

Strategi Penyelesaian Konflik Pluralitas Etnik Di Indonesia

Pluralisme sendiri adalah sebuah dari kerangka dimana ada nya sebuah interaksi yang berada di beberapa kelompok-kelompok yang saling menunjukan sebuah rasa saling hormat dan juga toleransi antara satu dengan yang lainnya. Pluralisme sendiri adalah salah satu ciri khas dari sebuah masyarakat modern yang ada juga kelompok sosial yang penting. Dan juga merupakan salah satu pengemudi utama dalam kemajuan dan juga ilmu pengetahuan, masyarakat, ekonomi, pengetahuan dan juga perkembangan. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang masuk kedalam negara multikulturalis terbesar di dunia. Berbagai Pluralisme yang ada di indonesia sendiri adalah terdiri dari keberagaman kelas, sosial, etnik gender dan juga ras, bahasa dan juga usia semua hal yang menyangkut perbedaan dan juga keberagamaan.

Strategi Penyelesaian Konflik Pluralitas Etnik

Dalam artikel ini akan dibahas beebrpa Pluralisme dan juga masalah sosial yang biasanya timbul di masyarakat dan menghilangkan nilai-nilai Pluralisme.

Pluralisme Sosial

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya Pluralisme sendiri adalah sebuah kerangka dimana ada sebuah interaksi yang menyangkut beberapa kelompok-kelompok yang menunjukan sebuah rasa saling menghormati satu sama lain dan akan membuahkan sebuah hasil dari tanpa konflik asimilasi. Sebaliknya, dalam masyarakat sendiri pluralistis, adalah kekuasaan dan penentuan terhadap keputusan dan juga kepemilikan dari sebuah kekuasaan lebih tersebar.

Dipercayai juga bahwa hal tersebut juga dapat menghasilkan sebuah partisipasi yang lebih tersebar dan juga lebih luas untuk menghasilkan sebuah partisipasi yang lebih luas dan juga komitmen dari sebuah anggota pada masyarakat, dan oleh karena itu hasil yang akan didapatkan lebih baik. Contoh nya adalah seperti kelompok-kelompok dan di mana pluralisme sendiri penting seperti perusahaan, badan-badan politik yang ada dan ekonomi, sebuah perhimpunan ilmiah.

Keragaman Etnik dan Ras

Tidak dapat kita dipungkiri lagi, hampir pada semua wilayah yang termasuk ke[pada wilayah dan juga kota yang ada di indonesia adalah sebuah wilayah yang multikultur. Para transmigran yang memotivasi dirinya untuk dapat bekerja di tana yang lebih baik di luar jawa ataupun Bali. Namun, kelompok etnis yang biasanya terdiri dari beberapa kelompok dari etnis tertentu yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Para pendatang tersebut biasanya bermigrasi mau tidak mau biasanya mereka harus melakukan kontak budaya dengan masyarakat setempat yang kulturnya lebih dominan.

Kelompok etnis yang menjadi biasanya lebih dominan di dalam suatu wilayah teritorial yang beberapa pada provinsi sbobet88 yang juga termasuk ke ke dalam sebuah kategori diantaranya adalah sebuah provinsi jawa tengah, DIY, Jawa timur, Jawa barat, Bali, Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, Aceh Darussalam, dan juga Nusa Tenggara Barat.
Kelompok etnis tertentu yang menjadi dominan di luar wilayah teritorialnya. Untuk kategori hanya terjadi di provinsi Lampung saja dimana orang jawa menjadi salah satu mayoritas sebanyak 61,89% diikuti selanjutnya dengan orang asli Lampung justru menjadi salah satu minoritas. Beberapa jenis etnis yang memiliki jumlah berimbang dapat juga dikategorikan menjadi sebuah etnis dengan jumlah asli yang umumnya lebih besar. Kategori ini umumnya berasal dari etnis diaspora seperti halnya Bugis, Batak, Minahasa, dan Buton di wilayah asalnya. Selain itu juga etnis yang terdapat di Banten juga paling banyak jumlahnya meskipun tidak terlalu dominan. Beberapa propinsi lainnya yang juga termasuk ke dalam kategori ini antara lain adalah Banten, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Riau dan Sulawesi Tenggara.

Penyebab Timbulnya Keragaman Ras dan Etnik

Faktor yang juga membuat beberapa perbedaan-perbedaan tersebut terutama juga berasal dari beberapa ilmu-ilmu dan juga perilaku manusia sendiri seperti halnya sosiologi, antropologi dan juga psikologi. Ilmu-ilmu sosial tersebut juga mempelajari dan juga menjelaskan tentang bagaimana orang-orang dapat berperilaku, dan mengapa mereka berperilaku secara demkan dan juga bagaiaman prilakuk merek dengang lingkungannya. Penyebab tersebut pada umumnya telah menimbulkan banyak konflik yang terjadi di dalam masyarakat.
Akhir-akhir ini di indonesia sendiri juga sering muncul beberapa konflik antara rasa dan juga etnis yang diikuti juga dengan beberapa pelecehan seksual, kekerasan, pengrusakan, pembakaran dan juga pembunuhan. Konfglik tersebut muncul dikarenakan adanya sebuah ketidak seimbangan yang terjadi pada sebuah hubungan yang ada di masyarakat. Baik dalam sebuah hubungan sosial, ekonomi maupun dalam hal kekuasaan. Konflik di atas tidak hanya dapat merugikan kelompok-kelompok masyarakat yang terlibat dalam konflik tersebut tetapi juga hal tersebut umumnya dapat merugikan masyarakat secara keseluruhan. Kondisi tersebut juga dapat menghambat sebuah pembangunan nasional yang sedang berlangsung. Beberapa konflik yang umumnya terjadi di indonesia diantaranya :

  • Rasisme : Adalah sebuah sistem dan juga kepercayaan atau juga sebuah doktrin yang umumnya sudah ditanamkan yang menyatakan bahwa sebuah perbedaan biologis yang melekat pada sebuah ras manusia menentukan terhadap pencapaian. Dimana bahwa suatu ras tertentu akan merasa lebih superior dan juga mempunyai sebuah hak untuk mengatur yang lainnya.
  • Separatisme : Hal yang pada umumnya dapat digunakan untuk dapat merujuk kepada sebuah kelompok-kelompok yang biasanya mencoba memisahkan diri dari sebuah kebudayaan atau ras yang meski beberapa tidak selalu menginginkan sebuah dari otonomi politik, seperti halnya hal-hal kelompok yang berbasis ras yang juga biasanya ingin mengisolasikan diri pada sebuah kelompok lainnya ataupun juga kelompok luar. Pada Undang-Undang Dasar yang berada di Negara Republik Indonesia di tahun 1945 sebagai salah satu hukum yang mendasar yang menjunjung tinggi sebuah harkat dan juga martabat seorang manusia yang tercermin di dalam sebuah sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan juga beradab.

Asas tersebut merupakan salah satu dari sebuah amanat dari sebuah konstitusional bahwa bangsa Indonesia sendiri bertekad untuk menghapuskan segala bentuk dari diskriminasi dan ras dan juga etnis. Diskriminasi dari ras dan etnis, masih belum memadai untuk dapat mengatasi, mencegah, dan menghilangkan beberapa diskriminasi terhadap beber[a ras dan juga etnis dalam sebuah undang-undang. Berdasarkan sebuah pandangan dan juga sebuah pertimbangan di dalam Undang-Undang diatur juga mengenai sebuah ass tujuan penghapusan dan juga diskriminasi antar ras dan juga etnis yang ada. Manusia dan juga kebebasan dasarnya dalam suatu kesetaraan dalam bidang sipil seperti halnya budaya, politik dan juga sosial. Atau juga dengan cara menunjukan kebencian ataupun juga sebuah rasa benci dan juga tidak suka kepada seseorangan atau kelompok dengan perbedaan ras dan juga etnis dengan melakukan beberapa tindakan-tindakan.

Itulah beberapa cara yang mungkin sebenarnya bisa diterapkan, mengingat konflik antar etnis dan juga suku menjadi suatu hal yang perlu dibenahi di indonesia. Banyaknya pihak-pihak yang menganggap bahwa hal tersebut adalah salah satu hal yang seharusnya dapat diselesaikan di indonesia. Semoga dengan ini semua kita dapat belajar untuk saling menghormati dan juga saling menghargai terhadap berbagai perbedaan yang ada di masyarakat, agar terciptanya suatu hubungan yang sesuai dengan Undang-undang dasar. Semoga artikel ini berguna untuk pembaca sekalian. Terimakasih.

Pluralitas Macam Suku di Indonesia

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang merupakan kepulauan yang juga mempunyai keragaman macam budaya, suku, ras, bangsa, etnis, agama dan juga bahasa dari macam daerah asal. Indonesia sendiri memiliki sekitar 300 kelompok etnik atau pun juga suku bangsa lebih tepatnya adalah menurut yang diadakan oleh sensus BPS pada tahun 2010 sendiri di ketahui ada 1.340 suku bangsa yang terdapat di Tanah Air. Dari sekian banyak suku dan juga etnis tersebut bangsa di Indonesia sendiri tentunya bersifat dominan yang dimana karena memiliki jumlah yang relatif besar seperti halnya suku di pulau Jawa.

Pluralitas Berbagai Suku di Indonesia

Setiap suku dan juga bangsa juga pastinya akan memiliki ciri khas dan juga berbagai macam keunikan dari masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainnya, meskipun mereka unik dan juga berbeda-beda aneka ragam suku tapi mereka semua tetap Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan semboyan negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti adalah walaupun berbeda-beda tetap satu. Maka sebagai salah satu wujud dari Pluralitas kita harus mengenal lebih jauh suku dan juga etnis apa saja yang terdapat di indonesia, dimana hal tersebut akan bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman tentang keunikan dan juga keragaman suku yang berbeda-beda. Ada beberapa suku yang akan dibahas dengan asal dan juga keunikannya yang akan dibahas di bawah ini.

Macam Suku di Pulau Jawa

1. Suku Jawa

Macam suku yang berada di Indonesia yang pertama dan yang besar adalah suku Jawa. Suku Jawa sendiri adalah salah satu suku terbesar yang berada di Indonesia yang mana suku ini terdiri dari kawasan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Orang dari suku Jawa ini pada umumnya begitu terkenal dengan ciri aksen medoknya yang saat berbicara dan hal ini tentunya akan sulit untuk dapat dihilangkan karena hal tersebut merupakan salah satu bawaan genetik. Selain itu suku jawa sendiri juga terkenal dengan sikap ramah dan juga lembut pada saat berbicara.

2. Suku Sunda

Suku Sunda adalah salah salah satu suku yang berasal dan berada di Provinsi Jawa Barat. Selain itu juga suku Sunda juga dikenal sebagai salah satu dari suku terbesar kedua yang berada di Indonesia setelah adanya suku Jawa. Suku Sunda sendiri juga dikenal dengan beberapa alat musik yang dimilikinya yang biasanya dikenal dengan sebutan angklung. Suku sunda sendiri biasanya terdiri dari beberapa daerah yang berada di jawa barat dan juga mempunyai aksen khas sundanya. Suku sunda sendiri pada umumnya juga menyebar ke wilayah-wilayah yang ada di indonesia.

3. Suku Betawi

Suku selanjutnya adalah salah satu suku asli indonesia juga yaitu suku Betawi. Betawi sendiri adalah salah satu suku yang umumnya berasal dari kawasan DKI Jakarta, selain itu juga dari suku sunda dan juga jawa. Suku Betawi sendiri dikenal dengan icon ondel-ondelnya yang sangat populer. Suku betawi ini juga menjadi salah satu suku khas yang populasinya paling banyak di ibu kota. Betawi sendiri mempunyai banyak sekali kesenian.

4. Suku Madura

Suku selanjutnya yang ada di indonesia adalah suku Madura dikenal sebagai salah satu suku indonesia yang umumnya menghuni darah di kawasan Jawa Timur. Namun selain suku madura ada pulau lainya yang seperti suku Osing dan juga suku Tengger. Untuk suku madura sendiri dikenal juga sebagai salah satu etnis yang juga mempunyai populasi cukup besar yang ada di indonesia. Terlebih lagi suku ini sendiri gemar merantau, yang dimana membuat suku ini ada di setiap wilayah indonesia.

Macam Suku di Pulau Kalimantan

5. Suku Banjar

Banjar sendiri merupakan salah satu dari suku yang umumnya berada di kawasan dan juga berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Suku Banjar sendiri biasanya juga dikenal dengan sebutan jumlah dan juga penduduknya yang bahkan mencapai angka 4, 1 juta jiwa di indonesia. Dari jumlah tersebut sendiri, populasi yang sekitar 2,7 juta jiwa dimana suku tersebut yang tinggal di kawasan Kalimantan selatan, sedangkan untuk sisanya suku ini juga hidup di daerah perantauan. Suku banjar sendiri terkenal dengan beberapa hal seperti halnya pakaian dan juga tradisinta.

6. Suku Dayak

Suku Dayak sendiri adalah merupakan salah satu dari beberapa macam suku yang asalnya adalah dari Kalimantan. Namun, selain adanya suku Dayak, Kalimantan Barat sendiri juga dikenal sebagai salah satu tempat dengan berbagai jenis suku bangsa lainnya yang berada di wilayah tersebut. Sementara itu, suku dayak sendiri juga dikenal sebagai salah satu suku bangsa yang berasal dari pedalam pulau Kalimanatan secara keseluruhan. Suku dayak sendiri dikenal dengan salah satu suku dengan warisan magis yang kuat dan hal ini sudah sangat umum sekali di ketahui di seluruh indonesia. Berbagai ilmu dan spiritual sendiri juga menjadi salah satu ciri khas dari adat dan juga kebiasan yang ada di suku tersebut.

Macam Suku di Pulau Sumatera

7. Suku Minangkabau

Suku Minangkabau sendiri adalah salah satu suku yang umumnya berada di kawasan Sumatra Barat. Suku Minangkabau sendiri seiring juga disebut sebagai suku minang yang dimana sesuai dengan kediaman suku tersebut memiliki sistem kekerabatan secara material. Suku minangkabau sendiri juga dikenal sebagai salah satu suku yang juga dikenal juga dengan gemar berjualan. Suku minang juga terkenal dengan beberapa makanan khasnya yang menjadi salah satu dari icon wilayah mereka.

8. Suku Melayu

Suku Melayu sendiri dikenal sebagai salah satu suku yang juga berada di indonesia yang dimana suku ini berada di kawasan Provinsi Bangka Belitung dan selain itu juga dari berbagai suku-suku lainnya, seperti halnya juga suku jawa, suku banjar, Bugis, Madura, Sunda, Banten, Palembang, Aceh, Manado, dan juga suku serta Maluku.
Sementara itu juga suku melayu memiliki nama yang berasal dari kerasaab Malaya yang mana kerajaan tersebut juga dikenal sebagai sebuah kerajaan yang berada pada kawasan yang tepatnya di sekitar Sungai Batang Hari.
Sedangkan untuk penggunaan kata Melayu sendiri umumnya terus meluas dan digunakan hingga ke luar Sumatera dan juga mengikuti pada sebuah teritori imperium dari kerajaan Sriwijaya hingga pada akhirnya berkembang menuju Jawa lalu Kalimantan, serta ke Semenanjung Malaya.

Itulah beberapa suku yang ada di indonesia, sebagai perwujudan dari pluralitas dimana penting untuk saling menghargai berbagai macam suku yang ada di indonesia. Karena indonesia sendiri negara yang kaya dengan banyaknya suku dan juga kebudayan sebagai salah satu identitas bangsa yang sudah pasti harus kita jaga dan lestarikan. Semoga dengan adanya informasi di atas anda dapat mengetahui keunikan dan juga keberagaman antar suku yang ada di indonesia.Terimakasih.

Apakah Contoh Ini Menunjukan Jelas Mengenai Masyarakat Pluralis ?

Indonesia ini menjadi salah satu Negara yang terkenaql dengan Pluralisme, atau juga bisa dikatakan Majemuk yang Multikultural juga. Namun, lebih kepada Pluralismenya. Nah disini, Pluralisme itu sendiri ialah diambil langsung dari kata Plural atau berarti “ Jamak ( banyak ) “. Dimana Pluralisme itu sendiri adalah sautu keadaan atau sebuah sikap yang dimana lebih mengedepankan sikap Toleransi dari berbagai keragaman Etnik dan juga kelompok yang memiliki keberagaman budaya di dalam suatu Negara yang biasanya mencakup wilayah-wilayah di dalamnya.

Kita tahu betul, Indonesia ini menjadi negara yang banyak sekali keberagaman suku, budaya, agama, ras , serta adat istiadatnya. Untuk menciptakan agar tidak terjadinya sebuah konflik yang nyata terhadap msyarakat, maka sangat dibutuhkannya bagi kalian sebuah toleransi yang sangat tinggi.

Dan disinilah hal seperti sikap pluralisme pun harus bisa dimiliki, dikenalkan serta di kembangkan sejak usia dini. Cara pengembangannya melalui media seperti apa ?.. yakni bisa dikembangkan langsung dengan media pendidikan pluralisme yang diadakan di sekolah-sekolah. Melalui sebuah pendidikan kita bisa dengan mudah mendapatkan Informasi serta bisa juga memberikan pengetahuan dengan cara yang terarah, terkonsep dan juga bisa di terima dengan baik. Konsep sederhana yang dimiliki oleh sikap Pluralisme ini ialah dengan saling menghormati dan juga menghargai adanya sebuah perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh orang lainnya.

Nah disini biar mempermudah kalian, maka setidaknya akan kita beri tahukan bebrapa contoh dari Masyarakat Pluralisme yang ada di Indonesia ini sendiri.

Contoh Masyarakat Pluralisme Yang Ada Di Indonesia

  • Terdapat Konflik Etnis

Saat Indonesia Merdeka, berbagai macam catatan konflik ini akan terjadi di sebuah daerah yang memang sudah banyak sekali terdengar oleh publik. Yakni konflik yang masih membekas adalah konflik SARA diantara suku Dayak dengan Warga Madura yang berad di wilayah Kalimantan Tengah. kurang lebih dari adanya konflik ini sudah menewaskan 315 dari Etnis Madura. Konflik ini sendiri di dasari langsung dengan adanya sikap 2 pejabat yakni ; Fedlik dan juga Lewis yang waktu itu menjabat di Dinas Kehutanan dan juga Kantor Beppeda yang dimana ,mereka ini merencanakan untuk melaksanakan pembatalan pelantikan 10 pejabat Eselom l, hingga lll dikarenakan beragama Islam.

Dari adanya perbedaan etnik serta ras ini juga bisa di lihat dari banyaknya orang-orang berdarah Cina, Arab, Pakistan serta Amerika yang tinggal di Indonesia. Kita mengetahui betul, dengan adanya perbedaan ini bisa terlihat pada perbedaan fisiknya. Dimana orang-orang tersebut memiliki warna kulita yang putih, kuning dan juga hitam. Kita pun juga tidak akan pernah luput dari banyaknya bahasa-bahasa yang di gunakan oleh beberapa daerah yang ada di Indonesia. Misalnya saja ada bahasa Papua Barat ( Wilayah Timur ) ada juga pulau Jawa ( Wilayah Barat ), dan beberapa wilayah lainnya seperti ACEH, Ambon, NTT, NTB, dan wilayah lainnya yang melingkupi.

Selain dari bahasa juga, ada beberapa pakaian Tradisionalnya, lalu makanan dan juga minuman yang biasa orang-orang wilayah ini konsumsi.

  • Terdapat Kelompok Etnik Jawa Timur pada Era Otonom Daerah

Jika berbicara etnik Jawa, maka kali ini akan memperbahas mengenai Etnik dari Jawa Timur. Dimana, topik utam yang sangat menarik pas mengetahui Jawaq Timur Etniknya berada dalam era Otonomi Daerah. Jels saja, hal ini memang dilandasi oleh beberapa faktor yang ada.

~ Mengetahui adanya propinsi Jawa Timur yakni salah satu Provinsi yang memiliki keberagaman etnik budaya masyarakatnya yang sangatlah luas.

~ kenyataannya, etnik dan juga budaya masyarakat yang luas dan beragam inilah yang menjadi alasan dasar dalam pembangunan yang sangatlah penting.

~ Terdiri dari beberapa kelompok etnik saja yang memang memiliki kesetaraan akses di dalam memproses aspek politik dan juga ekonomi daerahnya pada masa orde baru ini.

~ banyak sudah pandangan ahli yang dipatahkan langsung oleh adanya penghapusan persoalan etnis melalui sebuah pembangunan kemajuan ekonomi dan juga sistem politiknya.

~ terdapat implikasi era otonomi daerah yang memang ebrad pad pengakuan negara terhadap contoh pluralisme yang ada di dalam masyarakat dalam berbagai keberagaman etnik dan budaya tersebut.

  • Terdapat Pluraslisme di Dalam Media

Dengan adanya keberagaman berbagai suku daerah yang ada dan terdiri langsung dari banyaknya budaya yang sangat beragam inilaj, media juga menjadi salah satu aspek yang paling penting dan tak akan mungkin terkalahkan dari adanya kemajuan dan juga perkembangan pluralisme itu sendiri. Nah, di dalam segi media sendiri, Pluralisme itu merupakan alat penyiaran Informasi yang emmiliki kewewenangan secara bebas dan juga merdeka. Kalimat ini memiliki arti lengkapnya “ Telah diakui oleh Negara dan juga masyarakat Indonesia “. Dimana, sudah pasti akan berjalan sesuai dengan hukum yang sebagai mestinya sudah dijalankan oleh negara ini.

  • Di Dalam Pendidikan

Selain Pluralisme, Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang memiliki multikultural yang nyata. Yang dimana memiliki arti jelas pada kepemilikan ciri khas tersendiri yang memang berbeda dengan deaerah yang lainnya. dampak dari adanya kepositifan keberagaman budaya memang betul adanya, yang nanti akan berbeda dari daerah satu dengan daerah yang lainnya. ada suatu pendidikan pluralisme yang ada di Indonesia ini yang benar-benar terlihat dari Suku, Ras, agama, serta kebudayaannya. Yang akan ikut menimbulkan suatu nilai-nilai keterbukaan dan juga dialog bagi penerus bangsa. Terkhusus lagi bagi anak mdua yang ada.

Pendidikan ini dimaksudkan sebagai peningkatan pemahaman mengenai betapa luasnya perbedaan etnis, budaya dan juga agama yang memang memiliki tujuan serta rasa kemanusiaan yang muncul di sana.

  • Kebudayaan Di Dalam Sikap Pluralisme

Berbagai amcam kebudayaan ini juga menjadi salah satu penyebab terbesar yang sering kali akan memicu timbulnya konflik yang ada di Indonesia. Ini menjadei salah satu faktor penghalang utama bagi pemicu masalah di slam suatu kelompok etnik yang dimana, kelompok ini lalai di dalam menghargai berbagai perbedaan yang jelas sekali ada. Dan hal inilah yang nantinya bisa menimbulkan adanya sebuah persaingan dan menganggap bahwa etnik yang dimilikinya itu menjadi etnik terbaik di banding dengan etnik lainnya yang berada di suatu wilayah yang sama.

Dengan nantinya kalian memahami adanya kebudayaan yang pluralisme ini, kalian juga bisa memperkecil konflik yang sewaktu-waktu akan timbul nantinya. Masyarakat etnik umumnya bisa diajak untuk memberikan tanggapan terhadap lingkungan. Sosial dan juga sekitar dalam membuka sebuah kesempatan yang seluas-luasnya.

Kebudayaan yang biasanya masuk ini akan disaring telebih dahulu, mana kebudayaan yang masish bisa untik di pertahankan dan mana kebudayaan yang seharusnya di buang jauh-jauh. Dan tahap selanjutnya tinggal menerima saja antar etnik yang saling berdekatan ini.

Itu tadi beberapa contoh Pluralisme di dalam masyarakat Indonesia. Semoga kalian semua bisa mengetahui dan menyadari bahwasannya sikap toleransi untuk menyambut berbagai etnik yang ada di Negara ini akan semakin berkembang dengan baik.

Indonesia Ini Etnik Majemuk, Pluralis, Atau Multikultural ?

Jika berbicara mengenai Etnik dari suatu bangsa, mungkin akan lebih dominan ke negara Indonesia ya guys. Dimana Indonesia ini menjadi salah satu negara yang multikultural juga. Beraneka ragam tetapi masih dengan satu tujuan yang sama, itulah Indonesia. pendapat yang lansgung diutarakan oleh  S,Furnivall bahwasannya masyarakat majemuk sendiri adalah sautu masyaralat yang terdiri dari 2 / juga lebih elemen yang hidup dengan sendiri-sendiri, tanpa pembauran di lingkungan maupun politiknya. Nah, jika dilihat dari penjelasan ini, apakah Indonesia ini memiliki masyarakat dengan ciri-ciri berikut ?…

Jika Clifford Geertz sendiri mengemukakan pendapatnya bahwa masyarakat yang majemuk ini masyarakat yang telah terbagikan kedalam subsistem yang kurang lebihnya berdiri secara masing-masing yang terikat oleh ikatan primordial yang ada. Coba telisik apa kata Nasikun, dimana masyarakat Majemuk itu masyarakat yang memang strukturalnya memiliki subkebudayaan yang sifatnya deserve dengan ditandai kurang berkembangnya sistem nilai yang telah disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilainya di lihat dari kesatuan sosialnya serta dihitung dari kemunculan konflik sosialnya.

Jadi sebeanrnya, Indonesia ini lebih condong ke Etnik Majemuk kah, atau condong ke etnik Plurasinya, bahkan bisa jadi ke arah Multikultural karena adanya sub kebudayaan yang banyak menyebar di Indonesia ini.

Ketahuilah Jenis Masyarakat Yang Majemuk

Jika dilihat dari sudut pandang konfigurasi serta komunitas etnisnya, maka bisa dijabarkan seperti :

  • Masyarakat ini akan jauh lebih berkompetisis dengan seimbang, yang dimaksudkan ialah terdiri atas sejumlah komunitas atau juga kelompok etnis yang memiliki kekuatan sangat kompetitif seimbang.
  • Dilihat dari mayoritas yang mendominan, maka akan terbentuklah masyarakat ini dari sejumlah komunitas atau kelompok etnis dengan tidak seimbangnya kompetitif.
  • Dilihat dari masyarakat yang minoritas mendominan, dalam artian sama saja dengan kedua hal tadi. Hanya saja, memiliki kekuatan yang kompetitif diatas yang lainnya sehingga akan lebih mendominasi ke arah politik dan ekonominya.

Struktur Yang Menjadikan Masyarakat Itu Majemuk

Masyarakat Indonesia dengan jelas masuk kedalam masyarakat yang Majemuk dengan ditandainya struktur :

  • Horizontal = adanya sebuah kesatuan sosial yang langsung berdasarkan pada perbedaan sukunya bangsanya, agamanya, adat dan juga istiadatnya, dan juga perbedaan pada tiap daaerahnya.
  • Vertical = bisa dilihat langsung mengenai perbedaan vertical diantara lapisan atas dengan bawah yang cukup mendalam.

Dan yang sangat kental menjadi salah satu ciri dari masyarakat Indonesia ini terlihat secara garis besar yang Horizontalnya. Dimana, terdapat perbedaan suku bangsa yang jelas, adat istiadat juga jelas berbeda, agama sangat beragam dengan terdiri ari 6 agama yang sudah di akui di Indonesia ini dll.

Selain itu juga didukung lebih lengkap lagi mengenai sebuah karakteristik yang mendalam dari masyarakat yang majemuk ini. seperti halnya kata Pierre L. Van den Berghe yang menyebutkan setidaknya telah terjadi suatu segementasi kedalam kelompok-kelompok yang memang sudah seringkali memiliki subkebudayaan yang akan berbeda satu sama lainnya. selain itu juga  terdapat struktur sosial yang terbagi kedalam lembaga yang non-komplementer, relatif sering sekali mengalami konflik-konflik diantara kelompok satu dengan kelompok lainnya yang bersifat sangat dasar, dan masih banyak lagi lainnya.

Masalah konfigurasi Yang Terjadi, Apakah Termasuk Juga ?

Yap, dalam masyarakat majemuk juga nantinya akan terdapat konfigurasi etnisnya. Dimana meliputi akan masyarakat majemuk dengan kompetisi yang seimbang, mayoritas dominan, minoritas dominan, serta fragmentasi. Jika sebelumnya ini sudah diberitahukan mengenai ke 3 kemajemukan konfigfurasi etnis ini, maka yang harus kalian ketahui hanyalah yang Fragmentasinya saja.

Dimana, masyarakat majemuk ini terdiri atas besarnya kelompok etnik yang beranggotakan kecil dan juga tidak adanya satupun anggota memiliki posisi politik yang lebih dominan di dalam masyarakatnya.

Majemuk Sudah, Lalu Masalah Terjadinya Pluralis Di Masyarakat Bagimana ?

Terjadinya suatu masalah pasti akan ada sebab dan akibatnya. Api tidak mungkin muncul , jika tidak ada bahan yang terbakarkan. Maka, sebab terjadinya masyarakat pluralitas ini sendiri memiliki faktor mendasar yakni.

# Faktor Umum

Berdasarkan atas geografiknya. Kurang lebih ada 3 ribu pulau lebih yang dimana sudah tersebarkan sepanjang equator dengan beribu-ribu mil dari timur ke barat, dan juga dari utara ke selatan. Ini yang menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya pluralitas suku bangsa yang menyebar di Indonesia ini.

# Faktor Pendaping

Faktor ini sendiri di lihat dari terletaknya antara 2 Samudera. Yakni 2 samudera Pasifik dan juga Samudera Indonesia. Hal ini yang menjadikan lalu lintas pedagangan yang skala International melewati Indonesia terlebih dahulu. Bahakan, dari beberapa negara sudah mulai berdagang di Indonesia ini. sebut saja negara Cina yang mendominasi prdagangan International di Indonesia ini.

# Faktor Penutup

Pengaruh akan adanya sebuah Iklim di Negara Indonesia ini. di berbagai kepulauan di Indonesia, walau hanya ada musim hujan dan panas saja. Namun, waktu keberlangsungan tersebut akan berbeda di setiap wilayahnya. Hal ini sangat sering terjadi di Indonesia ini. dimana, ketika Kota A sedang mngelami Hujan Besar maka di Kota B hanya berawan saja dan Kota C akan mengalami panas terik matahari. Dari iklim inilah terciptakan Lingkungan yang sangat Ekologis yang bisa kalian temui di Pulau Jawa dan juga Bali dengan pertaniannya yang basah. Dan banyaknya ladang di luar pulau Jawa.

Multikulturalismenya Bagimana ? Apakah Memilik Perbedaan Juga ?

Untuk masalah Multikultural atau lisme ini memang memiliki perbedaan juga. Dimana perbedaannya itu terdapat pada masyarakat yang majemuk. Sebenarnya jika dilihat dari segi perbukuan, Masyarakat Majemuk ini akan sama dengan Masyarakat Multikultural. Hal ini sudah terkonsepkan oleh para tokoh yang dimana Masyarakat majemuk itu sendiri merupakan salah satu dasar dari terbentuknya masyarakat Yang Multikultural atau lisme.

Jika pintar belum tentu cerdas, maka cerdas sudah pasti pintar. Begitupun teori dari keduanya ini. dimana, masyarakat yang Multikultural itu sendiri sudah pasti majemuk. Jika dijabarkan kurang lebihnya seperti ini :

# Masyarakat Majemuk : yakni masyarakat yang sudah jelas terlihat dari berbagai macam perbedaannya antara ekonomi, ras, suku bangsa, agama yang dianut, dan kebudayaan yang dimiliki oleh suatu wilayah itu sendiri. Yang didalamnya masih rentan sekali akan konflik-konflik sosial yang amsih sering timbul pada realistas sosial yang lainnya.

# Masyarakat Multikultural : suatu kondisi dari masyarakat yang majemuk dan telah mencapai sebuah keteraturan dan juga keharmonisan di dalam masyarakatnya. Nah, pada masyarakat ini bisa dilihat dari banyaknya diferensiasi sosial masyarakat yang telah terciptakan untuk saling menghargai, dengan meilhat kesederajatan dan juga memiliki nilai kesadarn tanggung jawab sebagai satu kesatuan yang nantinya harmonis.

Jadi, pada dasarnya, Indonesia ini lebih unggul dikatakan di dalam etnik yang Majemuknya, Pluralismenya, atau malah ke Multikulturalisnya ?… kalau mimin rasa, condong kearah Majemuk dan Pluraslisnya. Masalah multikulturalisme ini, mengikuti adanya masyarakat yang majemuk itu sendiri.

Seperti Inikah Indonesia Dengan Etnik Pluralistik ?

Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat beragam akan kebudayaan, suku, agama, serta ras yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. dimaan hal ini sudah bisa diyakini akan terjadi oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Dengan negara yang terdiri dari sekian banyaknya pulau, yang bisa dikatakan hingga beribu-ribu pulau di miliki oelh negara Indonesia ini. namun, tidak hanya itu saja, bahwasannya yang membantuk dan mempengaruhi adanya etnik pluralisme ini karena dilandaasi adanya kesatuan jiwa, nasib bersama-sama, serta kehendak untuk menuju cita-cita menjadi satu.

Bangsa Indonesia ini sendiri bukanlah merupakan suatu bangsa yang terdiri dari satu golongan saja, melainkan terdiri dari banyaknya golongan. Maka dari itu, bangasa kita ini dikenal sebagai negara yang Pluralistik. Karakteristik yang didapatkan dari suatu bangsa yang kaya akan pluralistiknya ini sendiri ialah :

  • Memiliki kondisi wilayah yang berbentuk kepulauan , maak di sbeutlah negara kepulauan.
  • Memiliki letak diantara 2 benua yaitu Asia dengan Australia dan juga 2 samudera yakni Indonesia dengan Pasifik.
  • Keadaan Iklim serta cuaca lainnya lah yang bisa mempengaruhi kesuburan tanah yang ditempati oleh masyarakat yang ada di indonesia ini.

Dari sisni bisa kita lihat, bahwasannya Pluralistik dari bangsa terbentul atas unsur Primodal seperti suatu ras, budaya, agama, abahsa hingga tradisi yang dimiliki oleh bangsa tersebut. tapi bukan berarti dari unsur ini barulah terbentuk negara yang pluralistik. Melainkan dari adanya satu nasib dan satu cita-cita dari bangsa Indonesia itu sendiri.

Faktor Yang Mendasari Masyarakat Pluralistik / Majemuk

Bisa dikatakan dalam hal ini, masyarakat Indonesia masuk kedlam negara yang Multikultural terbesar yang ada di Indonesia. Maka dari itu. Banyak sekali yang menyebut negara kita Ini adalah negara yang Pluralistik ataupun Majemuk. Dalam artian luas seperti Multikultural. Dimana masyarakat multikultural ini terdiri dari berbagai macam jenis kebudayaan yang beragam , suku yang bermacam-macam, dan sudah pasti akan berbeda satu sama lainnya.

Masyarakat yang multikultural inilah menjadi salah satu masyarakat yang terjadi karena adanya kemajemukan suatu suku terhadap bangsa, ras, agama ataupun etnis kesatuan yang ada. Nah, dari sini tentu sja dong, ada beberapa faktor yang melandasi itu semuanya. dilansir dari salah satu media menyebutkan bahwasannya, faktor ini terjadi karena adanya faktor :

# Faktor Dalam Sejarahnya

Di indonesia ini kental akan sejarah panjang dari bangsa itu sendiri. Dimana faktor ini bisa langsung dilandasi dari adanya sebuah sumber daya alam yang melimpah. Terutama sekali mengenai remaph-rempah yang dimiliki oleh Indonesia ini tidak ada habisnya. Karena, orang Indonesia menyukai hal bercocok tanam sekaligus membudidayakan hasil apa saja yang dimiliki oleh bangsa ini.

Maka dari itulah, banyak terjadi penjajahan oleh bangsa luar. Sebut saja Portugis, Belanda, Inggris, dan juga Jepang menjajah Indonesia demi rempah-rempah yang dimiliki oleh Indonesia bisa dimiliki sepenuhnya oleh negara tersebut. dan dari sinilah, banyak sudah mereka menikahi penduduk lokal di Indonesia ini dalam jangka waktu yang lama sehingga menciptakan suatu kondisi yang menambah banyaknya kekayaan budaya serta budaya dan juga ras yang ada di Indonesia.

# Faktor Pengaruh Kebudayaan Asing

Dimana dalam hal ini, masyarakat dengan mudah sekali menerima datangnaya kebudayaan  yang datang dari luar masuk ke negara kita dan seringlah dari sini terjadi suatu benturan kebudayaan asing dengan kebudayaan lokal yang kita miliki. Misalnya saja, di indonesia sendiri juga memiliki kultural ke Timur Tengahan. Ini dilandasi oleh adanya perpaduan kebudayaan bangsa sana yang masuk ke negara Indonesia melalui sebuah aliran Agama dan langsung saja diterima baik oleh Bangsa Indonesia ( yang meamng mayoritasnya adalah Muslim ).

Dengan masuknya kebudayaan asing ini dinilai untuk memperkaya budaya dan juga membuat masyarakat Indonesia lebih multikultural lagi.

# Faktor Geografis

Selain kedua faktor tersebut, Indonesia sendiri di dukung dengan adanya Letak Geografisnya. Dimana letak ini sendiri memberikan suatu ke strategisan. Dengan adanya benua Asia dan juga Australia. Yang di hubungkan langsung dengan 2 samudera lainnya yakni samudera Indonesia dengan samudera Pasifik. Sehingga menjadikan Indonesia sebagai letak yang strategi sebagai jalur perdagangan yang berskala Internasional.

Sebagai salah satu jalur pedagangan, sudah pasti dong negara-negara asing akan melewatinya dan juga berhenti untuk mengunjungi jalur tersebut. dimana, jalur ini dituju sebagai salah satu tempat berdagang oleh sebagian negara ( Cina, India, Arab serta negara-negara di kawasan Eropa ).

Kondisi inilah yang makin menjadikan negara Indonesia itu lebih makmur, makmur dan jaya mengenai kebudayaan yang dimiliki. Sudah pasti dong kekayaan kebudyaan yang dimiliki oleh oleh Indonesia menjadi banyak dan mulailah tercipta masyarakat yang Pluralistik atau multikultural ini.

# Faktor Fisik, geologi, serta Iklim

Jika kalian bisa lihat dari struktur geologinya, maka Negara Indonesia ini akan terletak dari 3 lempeng yang berbeda satu sma lain yakni 2A 1P -> Asia dan Australia, lalu Pasifik. Kondisi inilah yang dinilai bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang memiliki kepulauan dan juga memiliki beberapa tipe golongan. Seperti golongan : Tipe Asiatis, peralihan, dan Australis. dari sinilah bisa kalian tahu, kepulauan baru ada atau tercipta, yang dimana membuat kehidupan bermasyarakatnya juga berdea nantinya. mengikuti juga dari sikon Pulau tersebut. dengan ini bisa dilihat berarti bentuk fisdik dari Negara Indonesia itu bagus luar maupun dalamnya.

Mengenai Iklim. Ternyata membawa pengaruh yang penting juga untuk sebuah keberagaman kebudayaan di Indonesia. Bisa langsung saja kalian ambil contoh yakni : orang yang memang tinggal di daerah pegunungan dengan memiliki sebuah iklim yang sejuk dengan membentuk kebudayaan masyarakat yang ramh-ramah dan juga sterill ( dalam artian , bersih belum terkontaminasi oleh pengaruh kebudayaan kota yang mencakup kebudayaan Internasional dengan Lokal ).

Ciri-Ciri Mendasar Dari Masyarakat Majemuk

Dari setiap negra, pastinya akan memiliki sebuah ciri-ciri mengenai masyarakat yang mendiami negara tersebut. termasuk inikah yang memang di miliki oleh negara yang lainnya juga  ? ..

  • Memiliki struktur dengan budaya yang lebih dari 1 ( sangat beragam adanya ).
  • Nilai dasar ini menjadi salah satu kesepakatan bersama dan akan sulit nantinya untuk berkembang.
  • Terjadi konflik sudah akan sangat sering, apalagi yang berbau akan Sara. Akan banyak nantinya di temui.
  • Mengenai struktur sosialnya, bisa kalian lihat akan besifat pada non komplementer bukan pada komplementernya.
  • Mengenai suatu proses Integrasi, akan jauh lebih lambar jika dilihat dari cara keberlangsungannya.
  • Dan yang paling sering terjadi dan menjadi ciri utamanya ialah terjadinya dominasi ekonomi, politik dan juga sosial budaya.

Kira-kira seperti inilah bentukan masyarakat Indonesia yang beretnik Pluralistik, Majemuk atau bisa dikatakan Multikultural. Hanya saja tinggal melengkapi rasa toleransi, bisa menjadi pelengkap utama adanya etnik pluralistik itu sendiri nantinya di indonesia.