Indonesia Ini Etnik Majemuk, Pluralis, Atau Multikultural ?

Jika berbicara mengenai Etnik dari suatu bangsa, mungkin akan lebih dominan ke negara Indonesia ya guys. Dimana Indonesia ini menjadi salah satu negara yang multikultural juga. Beraneka ragam tetapi masih dengan satu tujuan yang sama, itulah Indonesia. pendapat yang lansgung diutarakan oleh  S,Furnivall bahwasannya masyarakat majemuk sendiri adalah sautu masyaralat yang terdiri dari 2 / juga lebih elemen yang hidup dengan sendiri-sendiri, tanpa pembauran di lingkungan maupun politiknya. Nah, jika dilihat dari penjelasan ini, apakah Indonesia ini memiliki masyarakat dengan ciri-ciri berikut ?…

Jika Clifford Geertz sendiri mengemukakan pendapatnya bahwa masyarakat yang majemuk ini masyarakat yang telah terbagikan kedalam subsistem yang kurang lebihnya berdiri secara masing-masing yang terikat oleh ikatan primordial yang ada. Coba telisik apa kata Nasikun, dimana masyarakat Majemuk itu masyarakat yang memang strukturalnya memiliki subkebudayaan yang sifatnya deserve dengan ditandai kurang berkembangnya sistem nilai yang telah disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilainya di lihat dari kesatuan sosialnya serta dihitung dari kemunculan konflik sosialnya.

Jadi sebeanrnya, Indonesia ini lebih condong ke Etnik Majemuk kah, atau condong ke etnik Plurasinya, bahkan bisa jadi ke arah Multikultural karena adanya sub kebudayaan yang banyak menyebar di Indonesia ini.

Ketahuilah Jenis Masyarakat Yang Majemuk

Jika dilihat dari sudut pandang konfigurasi serta komunitas etnisnya, maka bisa dijabarkan seperti :

  • Masyarakat ini akan jauh lebih berkompetisis dengan seimbang, yang dimaksudkan ialah terdiri atas sejumlah komunitas atau juga kelompok etnis yang memiliki kekuatan sangat kompetitif seimbang.
  • Dilihat dari mayoritas yang mendominan, maka akan terbentuklah masyarakat ini dari sejumlah komunitas atau kelompok etnis dengan tidak seimbangnya kompetitif.
  • Dilihat dari masyarakat yang minoritas mendominan, dalam artian sama saja dengan kedua hal tadi. Hanya saja, memiliki kekuatan yang kompetitif diatas yang lainnya sehingga akan lebih mendominasi ke arah politik dan ekonominya.

Struktur Yang Menjadikan Masyarakat Itu Majemuk

Masyarakat Indonesia dengan jelas masuk kedalam masyarakat yang Majemuk dengan ditandainya struktur :

  • Horizontal = adanya sebuah kesatuan sosial yang langsung berdasarkan pada perbedaan sukunya bangsanya, agamanya, adat dan juga istiadatnya, dan juga perbedaan pada tiap daaerahnya.
  • Vertical = bisa dilihat langsung mengenai perbedaan vertical diantara lapisan atas dengan bawah yang cukup mendalam.

Dan yang sangat kental menjadi salah satu ciri dari masyarakat Indonesia ini terlihat secara garis besar yang Horizontalnya. Dimana, terdapat perbedaan suku bangsa yang jelas, adat istiadat juga jelas berbeda, agama sangat beragam dengan terdiri ari 6 agama yang sudah di akui di Indonesia ini dll.

Selain itu juga didukung lebih lengkap lagi mengenai sebuah karakteristik yang mendalam dari masyarakat yang majemuk ini. seperti halnya kata Pierre L. Van den Berghe yang menyebutkan setidaknya telah terjadi suatu segementasi kedalam kelompok-kelompok yang memang sudah seringkali memiliki subkebudayaan yang akan berbeda satu sama lainnya. selain itu juga  terdapat struktur sosial yang terbagi kedalam lembaga yang non-komplementer, relatif sering sekali mengalami konflik-konflik diantara kelompok satu dengan kelompok lainnya yang bersifat sangat dasar, dan masih banyak lagi lainnya.

Masalah konfigurasi Yang Terjadi, Apakah Termasuk Juga ?

Yap, dalam masyarakat majemuk juga nantinya akan terdapat konfigurasi etnisnya. Dimana meliputi akan masyarakat majemuk dengan kompetisi yang seimbang, mayoritas dominan, minoritas dominan, serta fragmentasi. Jika sebelumnya ini sudah diberitahukan mengenai ke 3 kemajemukan konfigfurasi etnis ini, maka yang harus kalian ketahui hanyalah yang Fragmentasinya saja.

Dimana, masyarakat majemuk ini terdiri atas besarnya kelompok etnik yang beranggotakan kecil dan juga tidak adanya satupun anggota memiliki posisi politik yang lebih dominan di dalam masyarakatnya.

Majemuk Sudah, Lalu Masalah Terjadinya Pluralis Di Masyarakat Bagimana ?

Terjadinya suatu masalah pasti akan ada sebab dan akibatnya. Api tidak mungkin muncul , jika tidak ada bahan yang terbakarkan. Maka, sebab terjadinya masyarakat pluralitas ini sendiri memiliki faktor mendasar yakni.

# Faktor Umum

Berdasarkan atas geografiknya. Kurang lebih ada 3 ribu pulau lebih yang dimana sudah tersebarkan sepanjang equator dengan beribu-ribu mil dari timur ke barat, dan juga dari utara ke selatan. Ini yang menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya pluralitas suku bangsa yang menyebar di Indonesia ini.

# Faktor Pendaping

Faktor ini sendiri di lihat dari terletaknya antara 2 Samudera. Yakni 2 samudera Pasifik dan juga Samudera Indonesia. Hal ini yang menjadikan lalu lintas pedagangan yang skala International melewati Indonesia terlebih dahulu. Bahakan, dari beberapa negara sudah mulai berdagang di Indonesia ini. sebut saja negara Cina yang mendominasi prdagangan International di Indonesia ini.

# Faktor Penutup

Pengaruh akan adanya sebuah Iklim di Negara Indonesia ini. di berbagai kepulauan di Indonesia, walau hanya ada musim hujan dan panas saja. Namun, waktu keberlangsungan tersebut akan berbeda di setiap wilayahnya. Hal ini sangat sering terjadi di Indonesia ini. dimana, ketika Kota A sedang mngelami Hujan Besar maka di Kota B hanya berawan saja dan Kota C akan mengalami panas terik matahari. Dari iklim inilah terciptakan Lingkungan yang sangat Ekologis yang bisa kalian temui di Pulau Jawa dan juga Bali dengan pertaniannya yang basah. Dan banyaknya ladang di luar pulau Jawa.

Multikulturalismenya Bagimana ? Apakah Memilik Perbedaan Juga ?

Untuk masalah Multikultural atau lisme ini memang memiliki perbedaan juga. Dimana perbedaannya itu terdapat pada masyarakat yang majemuk. Sebenarnya jika dilihat dari segi perbukuan, Masyarakat Majemuk ini akan sama dengan Masyarakat Multikultural. Hal ini sudah terkonsepkan oleh para tokoh yang dimana Masyarakat majemuk itu sendiri merupakan salah satu dasar dari terbentuknya masyarakat Yang Multikultural atau lisme.

Jika pintar belum tentu cerdas, maka cerdas sudah pasti pintar. Begitupun teori dari keduanya ini. dimana, masyarakat yang Multikultural itu sendiri sudah pasti majemuk. Jika dijabarkan kurang lebihnya seperti ini :

# Masyarakat Majemuk : yakni masyarakat yang sudah jelas terlihat dari berbagai macam perbedaannya antara ekonomi, ras, suku bangsa, agama yang dianut, dan kebudayaan yang dimiliki oleh suatu wilayah itu sendiri. Yang didalamnya masih rentan sekali akan konflik-konflik sosial yang amsih sering timbul pada realistas sosial yang lainnya.

# Masyarakat Multikultural : suatu kondisi dari masyarakat yang majemuk dan telah mencapai sebuah keteraturan dan juga keharmonisan di dalam masyarakatnya. Nah, pada masyarakat ini bisa dilihat dari banyaknya diferensiasi sosial masyarakat yang telah terciptakan untuk saling menghargai, dengan meilhat kesederajatan dan juga memiliki nilai kesadarn tanggung jawab sebagai satu kesatuan yang nantinya harmonis.

Jadi, pada dasarnya, Indonesia ini lebih unggul dikatakan di dalam etnik yang Majemuknya, Pluralismenya, atau malah ke Multikulturalisnya ?… kalau mimin rasa, condong kearah Majemuk dan Pluraslisnya. Masalah multikulturalisme ini, mengikuti adanya masyarakat yang majemuk itu sendiri.

Seperti Inikah Indonesia Dengan Etnik Pluralistik ?

Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat beragam akan kebudayaan, suku, agama, serta ras yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. dimaan hal ini sudah bisa diyakini akan terjadi oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Dengan negara yang terdiri dari sekian banyaknya pulau, yang bisa dikatakan hingga beribu-ribu pulau di miliki oelh negara Indonesia ini. namun, tidak hanya itu saja, bahwasannya yang membantuk dan mempengaruhi adanya etnik pluralisme ini karena dilandaasi adanya kesatuan jiwa, nasib bersama-sama, serta kehendak untuk menuju cita-cita menjadi satu.

Bangsa Indonesia ini sendiri bukanlah merupakan suatu bangsa yang terdiri dari satu golongan saja, melainkan terdiri dari banyaknya golongan. Maka dari itu, bangasa kita ini dikenal sebagai negara yang Pluralistik. Karakteristik yang didapatkan dari suatu bangsa yang kaya akan pluralistiknya ini sendiri ialah :

  • Memiliki kondisi wilayah yang berbentuk kepulauan , maak di sbeutlah negara kepulauan.
  • Memiliki letak diantara 2 benua yaitu Asia dengan Australia dan juga 2 samudera yakni Indonesia dengan Pasifik.
  • Keadaan Iklim serta cuaca lainnya lah yang bisa mempengaruhi kesuburan tanah yang ditempati oleh masyarakat yang ada di indonesia ini.

Dari sisni bisa kita lihat, bahwasannya Pluralistik dari bangsa terbentul atas unsur Primodal seperti suatu ras, budaya, agama, abahsa hingga tradisi yang dimiliki oleh bangsa tersebut. tapi bukan berarti dari unsur ini barulah terbentuk negara yang pluralistik. Melainkan dari adanya satu nasib dan satu cita-cita dari bangsa Indonesia itu sendiri.

Faktor Yang Mendasari Masyarakat Pluralistik / Majemuk

Bisa dikatakan dalam hal ini, masyarakat Indonesia masuk kedlam negara yang Multikultural terbesar yang ada di Indonesia. Maka dari itu. Banyak sekali yang menyebut negara kita Ini adalah negara yang Pluralistik ataupun Majemuk. Dalam artian luas seperti Multikultural. Dimana masyarakat multikultural ini terdiri dari berbagai macam jenis kebudayaan yang beragam , suku yang bermacam-macam, dan sudah pasti akan berbeda satu sama lainnya.

Masyarakat yang multikultural inilah menjadi salah satu masyarakat yang terjadi karena adanya kemajemukan suatu suku terhadap bangsa, ras, agama ataupun etnis kesatuan yang ada. Nah, dari sini tentu sja dong, ada beberapa faktor yang melandasi itu semuanya. dilansir dari salah satu media menyebutkan bahwasannya, faktor ini terjadi karena adanya faktor :

# Faktor Dalam Sejarahnya

Di indonesia ini kental akan sejarah panjang dari bangsa itu sendiri. Dimana faktor ini bisa langsung dilandasi dari adanya sebuah sumber daya alam yang melimpah. Terutama sekali mengenai remaph-rempah yang dimiliki oleh Indonesia ini tidak ada habisnya. Karena, orang Indonesia menyukai hal bercocok tanam sekaligus membudidayakan hasil apa saja yang dimiliki oleh bangsa ini.

Maka dari itulah, banyak terjadi penjajahan oleh bangsa luar. Sebut saja Portugis, Belanda, Inggris, dan juga Jepang menjajah Indonesia demi rempah-rempah yang dimiliki oleh Indonesia bisa dimiliki sepenuhnya oleh negara tersebut. dan dari sinilah, banyak sudah mereka menikahi penduduk lokal di Indonesia ini dalam jangka waktu yang lama sehingga menciptakan suatu kondisi yang menambah banyaknya kekayaan budaya serta budaya dan juga ras yang ada di Indonesia.

# Faktor Pengaruh Kebudayaan Asing

Dimana dalam hal ini, masyarakat dengan mudah sekali menerima datangnaya kebudayaan  yang datang dari luar masuk ke negara kita dan seringlah dari sini terjadi suatu benturan kebudayaan asing dengan kebudayaan lokal yang kita miliki. Misalnya saja, di indonesia sendiri juga memiliki kultural ke Timur Tengahan. Ini dilandasi oleh adanya perpaduan kebudayaan bangsa sana yang masuk ke negara Indonesia melalui sebuah aliran Agama dan langsung saja diterima baik oleh Bangsa Indonesia ( yang meamng mayoritasnya adalah Muslim ).

Dengan masuknya kebudayaan asing ini dinilai untuk memperkaya budaya dan juga membuat masyarakat Indonesia lebih multikultural lagi.

# Faktor Geografis

Selain kedua faktor tersebut, Indonesia sendiri di dukung dengan adanya Letak Geografisnya. Dimana letak ini sendiri memberikan suatu ke strategisan. Dengan adanya benua Asia dan juga Australia. Yang di hubungkan langsung dengan 2 samudera lainnya yakni samudera Indonesia dengan samudera Pasifik. Sehingga menjadikan Indonesia sebagai letak yang strategi sebagai jalur perdagangan yang berskala Internasional.

Sebagai salah satu jalur pedagangan, sudah pasti dong negara-negara asing akan melewatinya dan juga berhenti untuk mengunjungi jalur tersebut. dimana, jalur ini dituju sebagai salah satu tempat berdagang oleh sebagian negara ( Cina, India, Arab serta negara-negara di kawasan Eropa ).

Kondisi inilah yang makin menjadikan negara Indonesia itu lebih makmur, makmur dan jaya mengenai kebudayaan yang dimiliki. Sudah pasti dong kekayaan kebudyaan yang dimiliki oleh oleh Indonesia menjadi banyak dan mulailah tercipta masyarakat yang Pluralistik atau multikultural ini.

# Faktor Fisik, geologi, serta Iklim

Jika kalian bisa lihat dari struktur geologinya, maka Negara Indonesia ini akan terletak dari 3 lempeng yang berbeda satu sma lain yakni 2A 1P -> Asia dan Australia, lalu Pasifik. Kondisi inilah yang dinilai bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang memiliki kepulauan dan juga memiliki beberapa tipe golongan. Seperti golongan : Tipe Asiatis, peralihan, dan Australis. dari sinilah bisa kalian tahu, kepulauan baru ada atau tercipta, yang dimana membuat kehidupan bermasyarakatnya juga berdea nantinya. mengikuti juga dari sikon Pulau tersebut. dengan ini bisa dilihat berarti bentuk fisdik dari Negara Indonesia itu bagus luar maupun dalamnya.

Mengenai Iklim. Ternyata membawa pengaruh yang penting juga untuk sebuah keberagaman kebudayaan di Indonesia. Bisa langsung saja kalian ambil contoh yakni : orang yang memang tinggal di daerah pegunungan dengan memiliki sebuah iklim yang sejuk dengan membentuk kebudayaan masyarakat yang ramh-ramah dan juga sterill ( dalam artian , bersih belum terkontaminasi oleh pengaruh kebudayaan kota yang mencakup kebudayaan Internasional dengan Lokal ).

Ciri-Ciri Mendasar Dari Masyarakat Majemuk

Dari setiap negra, pastinya akan memiliki sebuah ciri-ciri mengenai masyarakat yang mendiami negara tersebut. termasuk inikah yang memang di miliki oleh negara yang lainnya juga  ? ..

  • Memiliki struktur dengan budaya yang lebih dari 1 ( sangat beragam adanya ).
  • Nilai dasar ini menjadi salah satu kesepakatan bersama dan akan sulit nantinya untuk berkembang.
  • Terjadi konflik sudah akan sangat sering, apalagi yang berbau akan Sara. Akan banyak nantinya di temui.
  • Mengenai struktur sosialnya, bisa kalian lihat akan besifat pada non komplementer bukan pada komplementernya.
  • Mengenai suatu proses Integrasi, akan jauh lebih lambar jika dilihat dari cara keberlangsungannya.
  • Dan yang paling sering terjadi dan menjadi ciri utamanya ialah terjadinya dominasi ekonomi, politik dan juga sosial budaya.

Kira-kira seperti inilah bentukan masyarakat Indonesia yang beretnik Pluralistik, Majemuk atau bisa dikatakan Multikultural. Hanya saja tinggal melengkapi rasa toleransi, bisa menjadi pelengkap utama adanya etnik pluralistik itu sendiri nantinya di indonesia.