Pluralistik Memicu Konflik, Konflik Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Konflik yang dimana merupakan sebuah hal yang dapat terjadi akibat adanya sebuah perbedaan  yang ada pada pandangan yang ada  antara beberapa kelompok masyarakat yang dimana umumnya berada di suatu wilayah. Perbedaan tentang pandangan ini  yang dimana hal ini juga bisa menjadi salah satu yang terjadi di dalam sebuah lingkup suku, agama, ras, dan juga yang ada antara golongan atau yang dimana hal ini sendiri yang sering disingkat dengan nama SARA. Tak adanya manajemen nya terhadap perbedaan pandangan dimana hal ini  juga menjadi salah satu hak yang mengakibatkan konflik  ini menjadi muncul secara perlahan-lahan.

Pluralistik Memicu Konflik

Di Indonesia yang sendiri yang merupakan masyarakatnya termasuk pluralistik dan penuh keberagaman, dimana konflik sendiri menjadi salah satu hal yang sudah biasa terjadi. Hanya saja,  dimana banyak orang yang malah memanfaatkan konflik ini sebagai salah satu cara untuk sebuah kepentingan lain hingga juga berhasil pecah dan menjadi lebih besar. Seperti halnya  konflik yang dahulu telah menjadi konflik besar di Indonesia. Tentunya hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang sangat di sayangkan terjadi di Indonesia. Maka mari mengingat hal ini agar tak terjadi lagi hal seperti ini di masa depan. 

Konflik Antar Suku di Sampit (2001)

Barangkali ketika kerusuhan yang dahulu pernah terjadi di Sampit adalah sebuah kerusuhan yang dimana antar sebuah suku memang paling mengerikan yang pernah ada dan juga terjadi di Indonesia. Konflik ini juga menjadi salah satu hal yang diduga akibat adanya warga Dayak yang telah dibantai oleh Warga Madura yang  dimana dahulu menetap di sana. Versi lain yang juga  mengatakan jika konflik ini pecah karena kedua suku yang dimana saling membakar rumah dan juga mengakibatkan Suku Dayak yang dimana pada saat itu memenuhi hampir semua wilayah  yang berada di Kalimantan Tengah murka.

Akibat hal ini, sendiri yang dimana terdapat 500 orang yang di ketahui dan dikabarkan meninggal dunia. Dari jumlah itu  dimana 100 diantaranya telah mengalami sebuah pemenggalan kepala yang dilakukan  oleh Suku Dayak. Pemenggalan ini sendiri yang dimana pada saat itu dilakukan oleh Suku Dayak karena mereka yang dimana  ingin mempertahankan wilayahnya pada saat itu  yang dimana diketahui mulai dikuasai oleh Suku Madura. Pihak Kepolisian setempat pada saat itu sebenarnya sudah menangkap beberapa orang-orang yang memang dianggap menjadi dalang dari kerusuhan tersebut. Namun pada saat itu setelah ditangkap, Kantor Polisi  yang juga kemudian pada saat itu malah justru dikepung oleh para Suku Dayak hingga dimana pada saat itu Polisi terpaksa melepaskan kembali tahanan tersebut. Konflik yang dimana terjadi di tahun 2001 ini sendiri  yang pada akhirnya berakhir setelah setahun kemudian konflik ini berlangsung.

Konflik Antar Agama di Ambon (1999)

Konflik yang juga ada pada kaitannya dengan agama yang mana dahulu pernah terjadi di Ambon yang dimana terjadi sekitar tahun 1999. Konflik ini sendiri yang dimana pada akhirnya menjadi sebuah konflik yang kemudian meluas dan juga  menjadi sebuah kerusuhan buruk yang terjadi dimana pada saat itu antara agama Islam dan juga Kristen yang dimana berakhir dengan banyaknya orang  yang meninggal dunia. Orang-orang yang dimana ada dari kelompok Islam dan juga  Kristen  yang pada saat itu saling serang dan juga berusaha menunjukkan kekuatannya. Konflik ini sendiri yang dimana adalah sebuah konflik yang pada awalnya dianggap sebagai konflik biasa. 

Namun yang kemudian muncul sebuah dugaan jika dalam konflik ini sendiri ada pihak yang memang sengaja merencanakan dengan cara memanfaatkan sebuah isu. Dimana dalam hal ini juga pada saat itu ABRI yang juga tak menangani dengan baik, bahkan diduga sengaja melakukannya agar konflik ini terus berlanjut dan mengalihkan isu-isu besar lainnya. Kerusakan yang pada saat itu telah terjadi Ambon  membuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia jadi membahas hingga wajahku yang memang cukup lama. 

Konflik Antara Etnis (1998)

Dimana pada tahun ini adalah tahun kelam yang menjadi catatan sejarah yang ada di Indonesia. Kerusuhan yang sempat terjadi di penghujung Orde Baru di tahun 1998 awalnya adalah sebuah hal yang dipicu oleh sebuah krisis moneter yang  diman krisi ini sendiri membuat banyak sektor yang ada  di Indonesia runtuh. Namun dimana dalam hal ini lambat laun kerusuhan yang kemudian menjadi semakin mengerikan hingga dalam hal ini berujung pada sebuah konflik yang terjadi  antara etnis pribumi dan juga etnis Tionghoa. Kerusuhan yang dimana melebar dan juga menjadi salah satu yang menyebabkan banyak aset-aset yang dimiliki etnis Tionghoa sendiri pada saat itu banyak yang dijarah dan juga dibakar karena sebuah kemarahan.

Selain menjarah dan juga membakar banyak hal yang penting dari etnis Tionghoa. Mereka juga  yang dimana pada saat ini melakukan sebuah tindak kekerasan yang ada kepada para wanita yang memang  dari etnis ini. Kasus pelecehan seksual menjadi kasus yang paling banyak dilaporkan hingga juga beberapa kasus pembunuhan pun yang dimana tak bisa dihindari. Konflik antar etnis yang pernah terjadi di Indonesia pada saat itu benar-benar membuat negeri ini menjadi seperti lautan darah.

Konflik Golongan Agama Ahmadiyah & Syiah

Indonesia memiliki banyak sekali golongan-golongan yang ada di dalam sebuah agama. Misal di agama Islam sendiri yang dimana ada yang memposisikan sebagai golongan NU, Muhammadiyah, hingga Ahmadiyah. Sayangnya, dimana ada beberapa golongan yang juga dianggap sebagai salah satu yang menyimpang hingga pada akhirnya golongan ini sendiri dimusuhi oleh golongan lain yang dimana jauh lebih dominan. Konflik yang juga dimana menjadi salah satu hal  yang menjadi paling nampak terlihat dari sebuah golongan Ahmadiyah yang dimana mengalami banyak sekali sebuah tekanan yang ada  dari kelompok mayoritas yang ada  di wilayahnya.

Mereka yang dimana pada saat itu dianggap menyimpang hingga akhirnya sekelompok orang yang kemudian diusir, beberapa rumah ibadah dan warga dibakar hingga juga terdapat beberapa aksi kekerasan lainnya. Jemaah yang berasal dari Ahmadiyah yang kemudian dipaksa kembali ke ajaran asli dan juga meninggalkan ajaran lamanya. Selanjutnya dimana ada juga kelompok lainnya yang bernama Syiah yang dimana kelompok agama ini juga ditekan di Indonesia. Kelompok ini sendiri adalah kelompok yang dianggap sesat dan juga harus diwaspadai dengan serius.

Sayangnya,  dimana masyarakat yang pada saat itu terlalu ekstrem hingga dimana ketika itu banyak melakukan sebuah kekerasan yang ada pada kelompok ini yang dimana mulai dari pembakaran rumah ibadah hingga juga pesantren. Hal ini yang dimana juga menjadi salah satu hal yang dilakukan dengan sebuah dalih  yang digunakan agar Islam yang ada  di Indonesia tidak tercemar oleh  orang dari ajaran pengikut Syiah.

Konflik Antar Golongan dan Pemerintah 

Konflik yang juga pernah terjadi dengan beberapa kelompok-kelompok tertentu yang sering terjadi di wilayah Indonesia. Paling heboh hingga sampai di bawa ke dunia Internasional adalah masalah dengan sebuah Gerakan Aceh Merdeka atau yang dikenal dengan GAM. Konflik ini sendiri yang dimana adalah konflik yang terjadi akibat adanya banyak  milisi GAM yang dimana pada saat itu menginginkan  diri untuk dapat lepas dari Indonesia. Sayangnya  dimana pemerintah  sendiri yang dimana pada saat itu tak mau hingga kemudian adu kekuatan yang terjadi dan berlangsung selama bertahun-tahun. 

Masyarakat pluralistik yang ada di Indonesia membuat indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang rentan terjadinya sebuah konflik yang ada. Kita harapkan semoga konflik-konflik seperti di atas tidak pernah terjadi lagi di Indonesia. 

Pengertian Pluralisme di Indonesia Menurut Para Ahli

Pengertian Pluralisme dan juga Contoh Pluralisme. Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang sangat beragam. Negara yang dimana dengan jumlah penduduk yang dimana di indonesia sendiri terdapat 200 juta jiwa saat ini yang memiliki keanekaragaman yang sangat indah yang membentang dari Sabang sampai dengan Merauke. Keragaman ini sendiri yang meliputi berbagai macam elemen mulai dari keragaman, suku kebudayaan, bahasa hingga kuliner yang menjadi ciri khas yang ada di suatu daerah dan juga sebagainya. Bicara tentang sebuah keragaman, tentu kita juga pastinya pernah mendengar tentang apa itu Pluralisme.

Pengertian Pluralisme Menurut Para Ahli

Dengan artikel ini anda akan memahami tentang situs joker123 dan arti pluralisme yang berada di sekitar kita. Pluralisme yang berada di dalam sebuah lingkup dalam ilmu dan juga pengetahuan adalah salah satu dari sebuah hal yang di paham yang dimana juga bersedia untuk dapat menerima berbagai macam perbedaan yang biasanya berada di antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Dilihat dari sebuah segi susunan harfiahnya, pluralisme yang dimana tersusun dari dua kata yaitu plural yang artinya beraneka ragam dan juga isme yang dimana artinya yaitu adalah paham.

Di Indonesia, sendiri tentang kesadaran akan pluralisme sendiri menjadi salah satu hal yang sangatlah penting, mengingat masyarakat sendiri yang dimana di indonesia sangat beragam dari berbagai macam aspek. Meski salah satu dari dampak buruk dari adanya pluralisme sendiri yaitu adalah konflik, namun ini tidak berarti yang harus perlu disorot adalah dari sisi konfliknya, tetapi dari sisi keberagaman yang secara nyata dan juga menjadi suatu hal yang harus disikapi dengan tenang dan juga dengan bijaksana melalui sebuah pemahaman akan sebuah pluralisme.

Definisi pluralisme

Di Indonesia, salah satu dari tokoh pluralisme yang dikenal adalah Abdurrahman Wahid atau yang biasa dikenal dan kita sebut dengan Gus Dur. Atas adanya usaha beliau yang dimana Indonesia mengakui keberagaman agama Konghucu yang dimana pada akhirnya akan disahkan menjadi salah satu dari agama yang tentunya ada di Indonesia. Atas jasa beliau, Gus Dur juga mendapatkan sebuah gelar sebagai Bapak Pluralisme sebab saat beliau memimpin menjadi presiden, toleransi tentang keberagaman yang tentunya menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan. Umat Konghucu yang dimana sebelumnya adalah salah satu dari umat minoritas yang pada akhirnya mendapatkan sebuah pengakuan. Ini adalah salah satu bukti bahwa sikap pluralisme sendiri adalah salah satu sikap yang sangat penting dan juga menjadi salah satu sikap yang tentunya harus dimiliki oleh masyarakat yang ada Indonesia yang tentunya hidup dalam sebuah keragaman.

Pengertian Pluralisme Menurut Para Ahli
Beberapa ahli yang dimana mereka mendefinisikan pluralisme sendiri sebagai berikut:

Definisi dari Webster

Pluralisme sendiri yang dimana merupakan suatu kondisi sosial yang biasanya akan meliputi keragaman dari budaya, ras, etnis, dan juga bahasa, suku, dan juga sebagainya. Mereka yang dimana biasanya memiliki ciri khas yang biasanya akan masing-masing untuk dapat bersedia untuk mempertahankan sebuah ciri khasnya itu dan juga bersedia untuk dapat berkecimpung dalam sebuah masyarakat yang dimana biasanya majemuk. Dari gambaran tersebut, masyarakat yang bisa hidup untuk saling berdampingan antara satu dengan yang lainnya, dan juga masyarakat yang bisa memegang teguh sebuah keyakinan yang biasanya digunakan untuk dapat mewujudkan sebuah rasa dari sebuah persatuan dan juga sebuah kesatuan yang dimana hal ini sendiri merupakan salah satu muasal terjadinya sebuah konflik yang ternjadi diantara golongan.

Anton M. Moeliono

Menurut ilmuwan yaitu Anton Moeliono, definisi dari pluralisme sendiri yaitu adalah salah satu dasar pemaknaan yang sangat jamak atau juga tidak satu dari seperti sebuah keberagaman atau juga sebuah kebudayaan yang ada di masyarakat. Ini berarti juga menjadi salah say hal yang memberikan sebuah penghormatan terhadap beberapa golongan lainnya yang dimana biasanya juga menjadi beberapa hal yang memiliki kebudayaan lain yang biasanya tidak sama seperti hal nya dirinya. Penghormatan tersebut yang dimana biasanya terwujud dalam sebuah bentuk sikap yang biasanya akan saling menghormati dan juga akan saling menghargai yang dimana merupakan sebuah pondasi dari sebuah terbentuknya pluralisme.

Gerald O Collins & Edward G. Farrugia

Pengertian pluralisme yang diungkapkan menurut kedua tokoh tersebut adalah salah satu dari cara pandang dan juga salah satu dari filosofis yang dimana juga tidak lantas menggambarkan dari semua pada prinsip atau juga sebuah keyakinan pribadi, yang nantinya biasanya akan ketersediaan untuk dapat menerima berbagai macam dari adanya keragaman yang ada. Adapun juga dari elemen yang dimana biasanya mencakup oleh pluralisme yang ada yaitu adalah dari segi agama, budaya dan juga dari segi politik.

Santrock

Pengertian pluralisme yang dimana menurut Santrock sendiri adalah salah satu hal penerimaan bagi setiap individu yang ada dan memiliki sebuah gagasan bahwa sebuah perbedaan atau juga sebuah budaya yang ada yang berada di antara sesama harus terus menjadi salah satu hal yang dihargai dan juga harus dipertahankan. Ini berarti yang dimana masyarakat yang dimana menyadari juga bahwa antara sebuah perbedaan dan juga budaya yang dimana biasanya akan dimiliki dan juga menjadi salah satu dari keberagaman yang biasanya ada adalah sebuah kesatuan yang biasanya menjadi salah satu hal yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Keberagaman dari budaya adalah sebuah akar dari sebuah bangsa yang dimana hal itu sendiri menjadi suatu hal yang pantas digunakan untuk menjadi sebuah dasar terbentuknya sebuah negara yang besar seperti negara Indonesia saat ini.

Samsul Ma’arif

Samsul Ma’arif yang dimana dirinya sendiri berpendapat bahwa yang dimaksud dengan adanya keberagaman adalah adanya sebuah toleransi yang hadir atas sebuah keragaman yang terjadi terhadap golongan dan juga budaya dan serta suku yang dimana biasanya akan ada di sebuah masyarakat. Perlu juga adanya sebuah sikap atau juga sebuah toleransi yang dimana biasanya akan menjadi dasar dari sebuah jiwa pluralisme yang dimana biasanya juga harus selalu muncul dalam setiap diri individu yang ada. Sikap ini adalah salah satu sikap yang dimana hal tersebut menjadi salah satu hal yang pantas menjadi sebuah awal mula dari sikap saling menghargai, menghormati, sekaligus juga sebuah sikap tentang menjunjung tinggi nilai-nilai dari keagamaan sekaligus juga nilai dari perbedaan yang biasanya ada di dalam masyarakat tersebut.

Singkatnya, yang dimana dari definisi tersebut jika pluralisme sendiri yang merupakan sebuah kesadaran akan adanya sebuah keragaman yang ada yang berdasar kan pada sebuah sikap yang ingin mewujudkan sebuah persatuan dan juga kesatuan yang ada di dalam masyarakat dengan menjunjung tinggi sebuah toleransi dan juga sebuah rasa saling menghormati yang ada di antara sesama.

Itulah beberapa pengertian yang didasari dan dikemukakan oleh para ahli, dimana Pluralisme sendiri adalah salah satu hal yang harus diterapkan di Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan penduduk. Semoga informasi tersebut bisa berguna. Terimakasih.

Pluralitas Macam Suku di Indonesia

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang merupakan kepulauan yang juga mempunyai keragaman macam budaya, suku, ras, bangsa, etnis, agama dan juga bahasa dari macam daerah asal. Indonesia sendiri memiliki sekitar 300 kelompok etnik atau pun juga suku bangsa lebih tepatnya adalah menurut yang diadakan oleh sensus BPS pada tahun 2010 sendiri di ketahui ada 1.340 suku bangsa yang terdapat di Tanah Air. Dari sekian banyak suku dan juga etnis tersebut bangsa di Indonesia sendiri tentunya bersifat dominan yang dimana karena memiliki jumlah yang relatif besar seperti halnya suku di pulau Jawa.

Pluralitas Berbagai Suku di Indonesia

Setiap suku dan juga bangsa juga pastinya akan memiliki ciri khas dan juga berbagai macam keunikan dari masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainnya, meskipun mereka unik dan juga berbeda-beda aneka ragam suku tapi mereka semua tetap Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan semboyan negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti adalah walaupun berbeda-beda tetap satu. Maka sebagai salah satu wujud dari Pluralitas kita harus mengenal lebih jauh suku dan juga etnis apa saja yang terdapat di indonesia, dimana hal tersebut akan bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman tentang keunikan dan juga keragaman suku yang berbeda-beda. Ada beberapa suku yang akan dibahas dengan asal dan juga keunikannya yang akan dibahas di bawah ini.

Macam Suku di Pulau Jawa

1. Suku Jawa

Macam suku yang berada di Indonesia yang pertama dan yang besar adalah suku Jawa. Suku Jawa sendiri adalah salah satu suku terbesar yang berada di Indonesia yang mana suku ini terdiri dari kawasan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Orang dari suku Jawa ini pada umumnya begitu terkenal dengan ciri aksen medoknya yang saat berbicara dan hal ini tentunya akan sulit untuk dapat dihilangkan karena hal tersebut merupakan salah satu bawaan genetik. Selain itu suku jawa sendiri juga terkenal dengan sikap ramah dan juga lembut pada saat berbicara.

2. Suku Sunda

Suku Sunda adalah salah salah satu suku yang berasal dan berada di Provinsi Jawa Barat. Selain itu juga suku Sunda juga dikenal sebagai salah satu dari suku terbesar kedua yang berada di Indonesia setelah adanya suku Jawa. Suku Sunda sendiri juga dikenal dengan beberapa alat musik yang dimilikinya yang biasanya dikenal dengan sebutan angklung. Suku sunda sendiri biasanya terdiri dari beberapa daerah yang berada di jawa barat dan juga mempunyai aksen khas sundanya. Suku sunda sendiri pada umumnya juga menyebar ke wilayah-wilayah yang ada di indonesia.

3. Suku Betawi

Suku selanjutnya adalah salah satu suku asli indonesia juga yaitu suku Betawi. Betawi sendiri adalah salah satu suku yang umumnya berasal dari kawasan DKI Jakarta, selain itu juga dari suku sunda dan juga jawa. Suku Betawi sendiri dikenal dengan icon ondel-ondelnya yang sangat populer. Suku betawi ini juga menjadi salah satu suku khas yang populasinya paling banyak di ibu kota. Betawi sendiri mempunyai banyak sekali kesenian.

4. Suku Madura

Suku selanjutnya yang ada di indonesia adalah suku Madura dikenal sebagai salah satu suku indonesia yang umumnya menghuni darah di kawasan Jawa Timur. Namun selain suku madura ada pulau lainya yang seperti suku Osing dan juga suku Tengger. Untuk suku madura sendiri dikenal juga sebagai salah satu etnis yang juga mempunyai populasi cukup besar yang ada di indonesia. Terlebih lagi suku ini sendiri gemar merantau, yang dimana membuat suku ini ada di setiap wilayah indonesia.

Macam Suku di Pulau Kalimantan

5. Suku Banjar

Banjar sendiri merupakan salah satu dari suku yang umumnya berada di kawasan dan juga berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Suku Banjar sendiri biasanya juga dikenal dengan sebutan jumlah dan juga penduduknya yang bahkan mencapai angka 4, 1 juta jiwa di indonesia. Dari jumlah tersebut sendiri, populasi yang sekitar 2,7 juta jiwa dimana suku tersebut yang tinggal di kawasan Kalimantan selatan, sedangkan untuk sisanya suku ini juga hidup di daerah perantauan. Suku banjar sendiri terkenal dengan beberapa hal seperti halnya pakaian dan juga tradisinta.

6. Suku Dayak

Suku Dayak sendiri adalah merupakan salah satu dari beberapa macam suku yang asalnya adalah dari Kalimantan. Namun, selain adanya suku Dayak, Kalimantan Barat sendiri juga dikenal sebagai salah satu tempat dengan berbagai jenis suku bangsa lainnya yang berada di wilayah tersebut. Sementara itu, suku dayak sendiri juga dikenal sebagai salah satu suku bangsa yang berasal dari pedalam pulau Kalimanatan secara keseluruhan. Suku dayak sendiri dikenal dengan salah satu suku dengan warisan magis yang kuat dan hal ini sudah sangat umum sekali di ketahui di seluruh indonesia. Berbagai ilmu dan spiritual sendiri juga menjadi salah satu ciri khas dari adat dan juga kebiasan yang ada di suku tersebut.

Macam Suku di Pulau Sumatera

7. Suku Minangkabau

Suku Minangkabau sendiri adalah salah satu suku yang umumnya berada di kawasan Sumatra Barat. Suku Minangkabau sendiri seiring juga disebut sebagai suku minang yang dimana sesuai dengan kediaman suku tersebut memiliki sistem kekerabatan secara material. Suku minangkabau sendiri juga dikenal sebagai salah satu suku yang juga dikenal juga dengan gemar berjualan. Suku minang juga terkenal dengan beberapa makanan khasnya yang menjadi salah satu dari icon wilayah mereka.

8. Suku Melayu

Suku Melayu sendiri dikenal sebagai salah satu suku yang juga berada di indonesia yang dimana suku ini berada di kawasan Provinsi Bangka Belitung dan selain itu juga dari berbagai suku-suku lainnya, seperti halnya juga suku jawa, suku banjar, Bugis, Madura, Sunda, Banten, Palembang, Aceh, Manado, dan juga suku serta Maluku.
Sementara itu juga suku melayu memiliki nama yang berasal dari kerasaab Malaya yang mana kerajaan tersebut juga dikenal sebagai sebuah kerajaan yang berada pada kawasan yang tepatnya di sekitar Sungai Batang Hari.
Sedangkan untuk penggunaan kata Melayu sendiri umumnya terus meluas dan digunakan hingga ke luar Sumatera dan juga mengikuti pada sebuah teritori imperium dari kerajaan Sriwijaya hingga pada akhirnya berkembang menuju Jawa lalu Kalimantan, serta ke Semenanjung Malaya.

Itulah beberapa suku yang ada di indonesia, sebagai perwujudan dari pluralitas dimana penting untuk saling menghargai berbagai macam suku yang ada di indonesia. Karena indonesia sendiri negara yang kaya dengan banyaknya suku dan juga kebudayan sebagai salah satu identitas bangsa yang sudah pasti harus kita jaga dan lestarikan. Semoga dengan adanya informasi di atas anda dapat mengetahui keunikan dan juga keberagaman antar suku yang ada di indonesia.Terimakasih.

Apakah Contoh Ini Menunjukan Jelas Mengenai Masyarakat Pluralis ?

Indonesia ini menjadi salah satu Negara yang terkenaql dengan Pluralisme, atau juga bisa dikatakan Majemuk yang Multikultural juga. Namun, lebih kepada Pluralismenya. Nah disini, Pluralisme itu sendiri ialah diambil langsung dari kata Plural atau berarti “ Jamak ( banyak ) “. Dimana Pluralisme itu sendiri adalah sautu keadaan atau sebuah sikap yang dimana lebih mengedepankan sikap Toleransi dari berbagai keragaman Etnik dan juga kelompok yang memiliki keberagaman budaya di dalam suatu Negara yang biasanya mencakup wilayah-wilayah di dalamnya.

Kita tahu betul, Indonesia ini menjadi negara yang banyak sekali keberagaman suku, budaya, agama, ras , serta adat istiadatnya. Untuk menciptakan agar tidak terjadinya sebuah konflik yang nyata terhadap msyarakat, maka sangat dibutuhkannya bagi kalian sebuah toleransi yang sangat tinggi.

Dan disinilah hal seperti sikap pluralisme pun harus bisa dimiliki, dikenalkan serta di kembangkan sejak usia dini. Cara pengembangannya melalui media seperti apa ?.. yakni bisa dikembangkan langsung dengan media pendidikan pluralisme yang diadakan di sekolah-sekolah. Melalui sebuah pendidikan kita bisa dengan mudah mendapatkan Informasi serta bisa juga memberikan pengetahuan dengan cara yang terarah, terkonsep dan juga bisa di terima dengan baik. Konsep sederhana yang dimiliki oleh sikap Pluralisme ini ialah dengan saling menghormati dan juga menghargai adanya sebuah perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh orang lainnya.

Nah disini biar mempermudah kalian, maka setidaknya akan kita beri tahukan bebrapa contoh dari Masyarakat Pluralisme yang ada di Indonesia ini sendiri.

Contoh Masyarakat Pluralisme Yang Ada Di Indonesia

  • Terdapat Konflik Etnis

Saat Indonesia Merdeka, berbagai macam catatan konflik ini akan terjadi di sebuah daerah yang memang sudah banyak sekali terdengar oleh publik. Yakni konflik yang masih membekas adalah konflik SARA diantara suku Dayak dengan Warga Madura yang berad di wilayah Kalimantan Tengah. kurang lebih dari adanya konflik ini sudah menewaskan 315 dari Etnis Madura. Konflik ini sendiri di dasari langsung dengan adanya sikap 2 pejabat yakni ; Fedlik dan juga Lewis yang waktu itu menjabat di Dinas Kehutanan dan juga Kantor Beppeda yang dimana ,mereka ini merencanakan untuk melaksanakan pembatalan pelantikan 10 pejabat Eselom l, hingga lll dikarenakan beragama Islam.

Dari adanya perbedaan etnik serta ras ini juga bisa di lihat dari banyaknya orang-orang berdarah Cina, Arab, Pakistan serta Amerika yang tinggal di Indonesia. Kita mengetahui betul, dengan adanya perbedaan ini bisa terlihat pada perbedaan fisiknya. Dimana orang-orang tersebut memiliki warna kulita yang putih, kuning dan juga hitam. Kita pun juga tidak akan pernah luput dari banyaknya bahasa-bahasa yang di gunakan oleh beberapa daerah yang ada di Indonesia. Misalnya saja ada bahasa Papua Barat ( Wilayah Timur ) ada juga pulau Jawa ( Wilayah Barat ), dan beberapa wilayah lainnya seperti ACEH, Ambon, NTT, NTB, dan wilayah lainnya yang melingkupi.

Selain dari bahasa juga, ada beberapa pakaian Tradisionalnya, lalu makanan dan juga minuman yang biasa orang-orang wilayah ini konsumsi.

  • Terdapat Kelompok Etnik Jawa Timur pada Era Otonom Daerah

Jika berbicara etnik Jawa, maka kali ini akan memperbahas mengenai Etnik dari Jawa Timur. Dimana, topik utam yang sangat menarik pas mengetahui Jawaq Timur Etniknya berada dalam era Otonomi Daerah. Jels saja, hal ini memang dilandasi oleh beberapa faktor yang ada.

~ Mengetahui adanya propinsi Jawa Timur yakni salah satu Provinsi yang memiliki keberagaman etnik budaya masyarakatnya yang sangatlah luas.

~ kenyataannya, etnik dan juga budaya masyarakat yang luas dan beragam inilah yang menjadi alasan dasar dalam pembangunan yang sangatlah penting.

~ Terdiri dari beberapa kelompok etnik saja yang memang memiliki kesetaraan akses di dalam memproses aspek politik dan juga ekonomi daerahnya pada masa orde baru ini.

~ banyak sudah pandangan ahli yang dipatahkan langsung oleh adanya penghapusan persoalan etnis melalui sebuah pembangunan kemajuan ekonomi dan juga sistem politiknya.

~ terdapat implikasi era otonomi daerah yang memang ebrad pad pengakuan negara terhadap contoh pluralisme yang ada di dalam masyarakat dalam berbagai keberagaman etnik dan budaya tersebut.

  • Terdapat Pluraslisme di Dalam Media

Dengan adanya keberagaman berbagai suku daerah yang ada dan terdiri langsung dari banyaknya budaya yang sangat beragam inilaj, media juga menjadi salah satu aspek yang paling penting dan tak akan mungkin terkalahkan dari adanya kemajuan dan juga perkembangan pluralisme itu sendiri. Nah, di dalam segi media sendiri, Pluralisme itu merupakan alat penyiaran Informasi yang emmiliki kewewenangan secara bebas dan juga merdeka. Kalimat ini memiliki arti lengkapnya “ Telah diakui oleh Negara dan juga masyarakat Indonesia “. Dimana, sudah pasti akan berjalan sesuai dengan hukum yang sebagai mestinya sudah dijalankan oleh negara ini.

  • Di Dalam Pendidikan

Selain Pluralisme, Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang memiliki multikultural yang nyata. Yang dimana memiliki arti jelas pada kepemilikan ciri khas tersendiri yang memang berbeda dengan deaerah yang lainnya. dampak dari adanya kepositifan keberagaman budaya memang betul adanya, yang nanti akan berbeda dari daerah satu dengan daerah yang lainnya. ada suatu pendidikan pluralisme yang ada di Indonesia ini yang benar-benar terlihat dari Suku, Ras, agama, serta kebudayaannya. Yang akan ikut menimbulkan suatu nilai-nilai keterbukaan dan juga dialog bagi penerus bangsa. Terkhusus lagi bagi anak mdua yang ada.

Pendidikan ini dimaksudkan sebagai peningkatan pemahaman mengenai betapa luasnya perbedaan etnis, budaya dan juga agama yang memang memiliki tujuan serta rasa kemanusiaan yang muncul di sana.

  • Kebudayaan Di Dalam Sikap Pluralisme

Berbagai amcam kebudayaan ini juga menjadi salah satu penyebab terbesar yang sering kali akan memicu timbulnya konflik yang ada di Indonesia. Ini menjadei salah satu faktor penghalang utama bagi pemicu masalah di slam suatu kelompok etnik yang dimana, kelompok ini lalai di dalam menghargai berbagai perbedaan yang jelas sekali ada. Dan hal inilah yang nantinya bisa menimbulkan adanya sebuah persaingan dan menganggap bahwa etnik yang dimilikinya itu menjadi etnik terbaik di banding dengan etnik lainnya yang berada di suatu wilayah yang sama.

Dengan nantinya kalian memahami adanya kebudayaan yang pluralisme ini, kalian juga bisa memperkecil konflik yang sewaktu-waktu akan timbul nantinya. Masyarakat etnik umumnya bisa diajak untuk memberikan tanggapan terhadap lingkungan. Sosial dan juga sekitar dalam membuka sebuah kesempatan yang seluas-luasnya.

Kebudayaan yang biasanya masuk ini akan disaring telebih dahulu, mana kebudayaan yang masish bisa untik di pertahankan dan mana kebudayaan yang seharusnya di buang jauh-jauh. Dan tahap selanjutnya tinggal menerima saja antar etnik yang saling berdekatan ini.

Itu tadi beberapa contoh Pluralisme di dalam masyarakat Indonesia. Semoga kalian semua bisa mengetahui dan menyadari bahwasannya sikap toleransi untuk menyambut berbagai etnik yang ada di Negara ini akan semakin berkembang dengan baik.

Indonesia Ini Etnik Majemuk, Pluralis, Atau Multikultural ?

Jika berbicara mengenai Etnik dari suatu bangsa, mungkin akan lebih dominan ke negara Indonesia ya guys. Dimana Indonesia ini menjadi salah satu negara yang multikultural juga. Beraneka ragam tetapi masih dengan satu tujuan yang sama, itulah Indonesia. pendapat yang lansgung diutarakan oleh  S,Furnivall bahwasannya masyarakat majemuk sendiri adalah sautu masyaralat yang terdiri dari 2 / juga lebih elemen yang hidup dengan sendiri-sendiri, tanpa pembauran di lingkungan maupun politiknya. Nah, jika dilihat dari penjelasan ini, apakah Indonesia ini memiliki masyarakat dengan ciri-ciri berikut ?…

Jika Clifford Geertz sendiri mengemukakan pendapatnya bahwa masyarakat yang majemuk ini masyarakat yang telah terbagikan kedalam subsistem yang kurang lebihnya berdiri secara masing-masing yang terikat oleh ikatan primordial yang ada. Coba telisik apa kata Nasikun, dimana masyarakat Majemuk itu masyarakat yang memang strukturalnya memiliki subkebudayaan yang sifatnya deserve dengan ditandai kurang berkembangnya sistem nilai yang telah disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilainya di lihat dari kesatuan sosialnya serta dihitung dari kemunculan konflik sosialnya.

Jadi sebeanrnya, Indonesia ini lebih condong ke Etnik Majemuk kah, atau condong ke etnik Plurasinya, bahkan bisa jadi ke arah Multikultural karena adanya sub kebudayaan yang banyak menyebar di Indonesia ini.

Ketahuilah Jenis Masyarakat Yang Majemuk

Jika dilihat dari sudut pandang konfigurasi serta komunitas etnisnya, maka bisa dijabarkan seperti :

  • Masyarakat ini akan jauh lebih berkompetisis dengan seimbang, yang dimaksudkan ialah terdiri atas sejumlah komunitas atau juga kelompok etnis yang memiliki kekuatan sangat kompetitif seimbang.
  • Dilihat dari mayoritas yang mendominan, maka akan terbentuklah masyarakat ini dari sejumlah komunitas atau kelompok etnis dengan tidak seimbangnya kompetitif.
  • Dilihat dari masyarakat yang minoritas mendominan, dalam artian sama saja dengan kedua hal tadi. Hanya saja, memiliki kekuatan yang kompetitif diatas yang lainnya sehingga akan lebih mendominasi ke arah politik dan ekonominya.

Struktur Yang Menjadikan Masyarakat Itu Majemuk

Masyarakat Indonesia dengan jelas masuk kedalam masyarakat yang Majemuk dengan ditandainya struktur :

  • Horizontal = adanya sebuah kesatuan sosial yang langsung berdasarkan pada perbedaan sukunya bangsanya, agamanya, adat dan juga istiadatnya, dan juga perbedaan pada tiap daaerahnya.
  • Vertical = bisa dilihat langsung mengenai perbedaan vertical diantara lapisan atas dengan bawah yang cukup mendalam.

Dan yang sangat kental menjadi salah satu ciri dari masyarakat Indonesia ini terlihat secara garis besar yang Horizontalnya. Dimana, terdapat perbedaan suku bangsa yang jelas, adat istiadat juga jelas berbeda, agama sangat beragam dengan terdiri ari 6 agama yang sudah di akui di Indonesia ini dll.

Selain itu juga didukung lebih lengkap lagi mengenai sebuah karakteristik yang mendalam dari masyarakat yang majemuk ini. seperti halnya kata Pierre L. Van den Berghe yang menyebutkan setidaknya telah terjadi suatu segementasi kedalam kelompok-kelompok yang memang sudah seringkali memiliki subkebudayaan yang akan berbeda satu sama lainnya. selain itu juga  terdapat struktur sosial yang terbagi kedalam lembaga yang non-komplementer, relatif sering sekali mengalami konflik-konflik diantara kelompok satu dengan kelompok lainnya yang bersifat sangat dasar, dan masih banyak lagi lainnya.

Masalah konfigurasi Yang Terjadi, Apakah Termasuk Juga ?

Yap, dalam masyarakat majemuk juga nantinya akan terdapat konfigurasi etnisnya. Dimana meliputi akan masyarakat majemuk dengan kompetisi yang seimbang, mayoritas dominan, minoritas dominan, serta fragmentasi. Jika sebelumnya ini sudah diberitahukan mengenai ke 3 kemajemukan konfigfurasi etnis ini, maka yang harus kalian ketahui hanyalah yang Fragmentasinya saja.

Dimana, masyarakat majemuk ini terdiri atas besarnya kelompok etnik yang beranggotakan kecil dan juga tidak adanya satupun anggota memiliki posisi politik yang lebih dominan di dalam masyarakatnya.

Majemuk Sudah, Lalu Masalah Terjadinya Pluralis Di Masyarakat Bagimana ?

Terjadinya suatu masalah pasti akan ada sebab dan akibatnya. Api tidak mungkin muncul , jika tidak ada bahan yang terbakarkan. Maka, sebab terjadinya masyarakat pluralitas ini sendiri memiliki faktor mendasar yakni.

# Faktor Umum

Berdasarkan atas geografiknya. Kurang lebih ada 3 ribu pulau lebih yang dimana sudah tersebarkan sepanjang equator dengan beribu-ribu mil dari timur ke barat, dan juga dari utara ke selatan. Ini yang menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya pluralitas suku bangsa yang menyebar di Indonesia ini.

# Faktor Pendaping

Faktor ini sendiri di lihat dari terletaknya antara 2 Samudera. Yakni 2 samudera Pasifik dan juga Samudera Indonesia. Hal ini yang menjadikan lalu lintas pedagangan yang skala International melewati Indonesia terlebih dahulu. Bahakan, dari beberapa negara sudah mulai berdagang di Indonesia ini. sebut saja negara Cina yang mendominasi prdagangan International di Indonesia ini.

# Faktor Penutup

Pengaruh akan adanya sebuah Iklim di Negara Indonesia ini. di berbagai kepulauan di Indonesia, walau hanya ada musim hujan dan panas saja. Namun, waktu keberlangsungan tersebut akan berbeda di setiap wilayahnya. Hal ini sangat sering terjadi di Indonesia ini. dimana, ketika Kota A sedang mngelami Hujan Besar maka di Kota B hanya berawan saja dan Kota C akan mengalami panas terik matahari. Dari iklim inilah terciptakan Lingkungan yang sangat Ekologis yang bisa kalian temui di Pulau Jawa dan juga Bali dengan pertaniannya yang basah. Dan banyaknya ladang di luar pulau Jawa.

Multikulturalismenya Bagimana ? Apakah Memilik Perbedaan Juga ?

Untuk masalah Multikultural atau lisme ini memang memiliki perbedaan juga. Dimana perbedaannya itu terdapat pada masyarakat yang majemuk. Sebenarnya jika dilihat dari segi perbukuan, Masyarakat Majemuk ini akan sama dengan Masyarakat Multikultural. Hal ini sudah terkonsepkan oleh para tokoh yang dimana Masyarakat majemuk itu sendiri merupakan salah satu dasar dari terbentuknya masyarakat Yang Multikultural atau lisme.

Jika pintar belum tentu cerdas, maka cerdas sudah pasti pintar. Begitupun teori dari keduanya ini. dimana, masyarakat yang Multikultural itu sendiri sudah pasti majemuk. Jika dijabarkan kurang lebihnya seperti ini :

# Masyarakat Majemuk : yakni masyarakat yang sudah jelas terlihat dari berbagai macam perbedaannya antara ekonomi, ras, suku bangsa, agama yang dianut, dan kebudayaan yang dimiliki oleh suatu wilayah itu sendiri. Yang didalamnya masih rentan sekali akan konflik-konflik sosial yang amsih sering timbul pada realistas sosial yang lainnya.

# Masyarakat Multikultural : suatu kondisi dari masyarakat yang majemuk dan telah mencapai sebuah keteraturan dan juga keharmonisan di dalam masyarakatnya. Nah, pada masyarakat ini bisa dilihat dari banyaknya diferensiasi sosial masyarakat yang telah terciptakan untuk saling menghargai, dengan meilhat kesederajatan dan juga memiliki nilai kesadarn tanggung jawab sebagai satu kesatuan yang nantinya harmonis.

Jadi, pada dasarnya, Indonesia ini lebih unggul dikatakan di dalam etnik yang Majemuknya, Pluralismenya, atau malah ke Multikulturalisnya ?… kalau mimin rasa, condong kearah Majemuk dan Pluraslisnya. Masalah multikulturalisme ini, mengikuti adanya masyarakat yang majemuk itu sendiri.