Cara Menyikapi Pluralisme Keberagaman Agama

Bagaimana menumbuhkan sebuah sikap toleransi yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat? Cara menumbuhkan sebuah sikap toleransi yang ada dalam kehidupan menjadi sangat penting diajarkan oleh orang tua dan guru kepada anak sejak dini. Dengan mengajarkan sikap toleransi, maka anak juga akan terbiasa dengan berbagai perbedaan dan juga dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi adalah salah satu cara yang digunakan untuk dapat menghargai dan menerima perbedaan atas berbagai perilaku, budaya, agama, dan juga ras yang ada di dunia ini. Toleransi adalah sebuah keniscayaan bagi bangsa majemuk dengan berbagai macam latar belakang suku, agama dan ras seperti halnya yang terjadi di Indonesia.

Cara Menyikapi Pluralisme Keberagaman Agama

Toleransi menjadi sebuah hal yang sangat dibutuhkan oleh sesama masyarakat Indonesia agar nantinya bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan juga antar golongan. Toleransi merupakan sebuah sikap untuk dapat mengerti, memahami dan juga untuk bisa menerima sebuah perbedaan yang ada antar individu. Sikap ini yang tanpa paksaan dan tidak ingin memaksakan orang lain untuk dapat melakukan sebuah hal yang sama.

Perbedaan kepercayaan yang ada di dalam masyarakat, sebagaimana mestinya kita yang tidak boleh saling menjatuhkan hanya karena seseorang berbeda. Terutama untuk dapat membuat keberagaman yang ada di Indonesia ini tetap berjalan. Di negara yang lainnya, tentu mereka tidak memiliki keberagaman agama yang begitu banyak seperti Indonesia. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman agama agar tetap lestari.

Menerima perbedaan antara suku, agama dan juga kebudayaan dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan juga aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal tersebut cukup penting untuk dapat dilakukan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk dapat menumbuhkan sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat di tengah pluralisme di Indonesia.

Menghormati Perbedaan

Manusia memandang dan menyikapi apa yang terjadi dalam alam semesta, karena bersumber dari beberapa faktor yang cukup dominan di dalam kehidupannya. Faktor tersebut berasal dari kebudayaan, filsafat, agama kepercayaan, tata nilai masyarakat atau lainnya. Luasnya pandangan manusia tergantung pada faktor dominan yang nantinya akan mempengaruhinya.

Menghargai perbedaan dilakukan sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku didalam masyarakat dan negara. Bila ada perbedaan, musyawarah untuk mencapai mufakat adalah sebuah jalan terbaik. Sedari dini kita ditumbuhkan oleh sikap dan juga rasa saling menghormati dengan baik tanpa memandang usia, agama, ras, dan budaya.

Tidak Bergunjing

Bergunjing adalah sebuah sikap yang tidak baik, membicarakan orang lain. Tidak membicarakan sebuah keburukan orang lain tanpa alasan atau pembuktian. Hal tersebut tentu tidak baik dilakukan di keluarga dan juga di masyarakat.

Menjadi Pendengar yang Baik

Sebagai individu yang baik, perlu ditanamkan juga sebuah rasa empati terhadap orang lain. Contoh sederhana adalah dengan cara mendengarkan pendapat milik orang lain. Juga, nantinya anda akan mampu memahami perasaan orang lain ketika berbicara.

Berbicara Dengan Santun

Berbicara menggunakan bahasa yang baik, sesuai dengan norma yang berlaku. Hindari berteriak dan juga memaki. Tentunya hal tersebut harus disesuaikan dengan norma kesopanan atau adat. Semua hal yang bersumber dari masyarakat atau dari lingkungan masyarakat yang saling berkaitan.

Toleransi Saat Umat Lain Beribadah

Norma agama atau religi, yaitu sebuah norma yang bersumber dari Tuhan untuk mereka umat-Nya. Sebagai seorang individu, perlu ditanamkan juga sebuah rasa toleransi, saat orang lain beribadah menurut kepercayaannya masing-masing.

Tidak Memaksakan Kehendak

Manusia sebagai makhluk sosial terhadap norma-norma yang tumbuh sebagai patokan dalam bertingkah laku dalam kelompok, norma-norma yang dimaksud diantaranya sebagai berikut :

Norma agama atau kepercayaan, yaitu sebuah norma yang bersumber dari Tuhan untuk umat-Nya. Norma kesusilaan ataupun juga moral, yaitu yang bersumber dari hati nurani manusia untuk dapat mengajarkan kebaikan dan juga menjauhi keburukan. Norma Kesopanan atau yang dikenal juga dengan norma adat, bersumber dari masyarakat atau dari lingkungan masyarakat yang memang bersangkutan.

Norma hukum, yaitu sebuah norma yang dibuat oleh masyarakat secara resmi yang dilakukan tanpa adanya sebuah paksaan. Manusia sebagai individu yang hidup ditangan masyarakat, maka sebaiknya tidak melaksanakan sesuatu yang melenceng dan hidup sesuai dengan norma yang berlaku.

Menerima Perbedaan

Tentunya dibutuhkan saling kesepahaman antara individu, keluarga, bertetangga dan dalam masyarakat lingkup kecil demi sebuah keserakahan dan juga kehidupan. Kerjasama yang dilakukan, dilandasi dengan rasa ikhlas dan juga harus penuh dengan tanggung jawab untuk mewujudkan sebuah tujuan bersama.

Jadi, keragaman Indonesia adalah sebuah kekayaan sekaligus berkah bagi bangsa Indonesia. Sudah seharusnya, sesama masyarakat untuk dapat saling menjalin keberagaman yang ada Indonesia. Jangan sampai, keberagaman yang sudah dibangun sejak dahulu menjadi rusak hanya karena kemajuan jaman.

Menghargai Diri Sendiri

Menghargai diri sendiri tentunya dapat dimulai dengan cara mengendalikan diri terhadap sikap-sikap yang tidak sesuai dengan norma yang ada di dalam masyarakat. Seperti pamer, berkunjung dan juga tidak melaksanakan kehendak.

Menghargai Hak Pribadi Orang Lain

Hak asasi tertinggi orang lain adalah sebuah pilihan menentukan agama dan kepercayaannya setiap orang sendiri. Selain itu, hak peribadi orang lain yang diatur dalam undang-undang adalah hak untuk dapat mengelurakan pendapat sesuai dengan norma hukum yang berlaku.

Mengutarakan Apresiasi dan Kritik Sewajarnya

Pro dan kontra yang ada dalam sebuah diskusi merupakan sebuah hal yang wajar. Seseorang nantinya bebas mengutarakan pendapat atau kritik yang nantinya akan disampaikan. Tinggal bagaimana cara seseorang nantinya dapat menyampaikan pendapat tanpa menghakimi lawan bicara.

Mulai dengan apresiasi atas pendapat yang sudah diutarakan oleh lawan bicara, kemudian baru sampaikan pendapat dan juga masukkan dengan tutur kata yang cukup baik. Anda pun nantinya harus menerima kritikan, intinya setiap orang harus saling menerima. Dengan menjaga kenyamanan hati orang lain akan membawa anda dalam sebuah ketentraman hidup dan terhindar dari konflik.

Berteman dengan Semua Orang

Di usia produktif menjadi masa dimana anda dapat mencari teman sebanyak-banyaknya. Di momen ini pula seseorang akan bertemu orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Tapi keragaman bukan menjadi masalah jika nantinya seseorang tulus dalam komitmen untuk menghargai pendapat masing-masing.

Perbedaan memang sebuah hal yang bisa dihindari, terlebih kita yang hidup di Indonesia dengan berbagai macam suku, ras dan agama. Membangun dan meningkatkan rasa toleransi sudah menjadi sebuah hal yang harus dibiasakan. Agar nantinya kita sebagai generasi penerus bangsa ini dapat memberikan sebuah kontribusi positif untuk Bangsa Indonesia.

Demikian itulah beberapa cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan sikap toleransi dalam kehidupan pluralisme di Indonesia. Kita sesama manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa orang lain, oleh sebab itu menjaga hubungan tetap harmonis adalah sebuah hal yang utama.