Contoh-Contoh Pluralisme dalam Masyarakat di Indonesia

Pluralisme sendiri merajuk dari istilah Plural atau J – A – M – A – K ! atau berarti menjadi arti dari suatu keadaan atau sikap dari toleransi berbagai keragaman etnik dan kelompok-kelompok yang beraneka budaya dalam suatu wilayah atau negara. Nah arti dari kata pluralisme ini sendiri akan manfaat atas keragaman budaya tak hanya bermakna sebagai suatu keadaan dari masyarakat yang beragam, namun bisa dimaknai sebagai rasa atas toleransi yang bisa ditimbulkan dari adanya keberagaman tersebut. Toleransi ini berarti mampu menghargai setiap kepercayaan dan perilaku yang individu yakni sebagai sesuatu yang dianggap benar. 

Disini kita semua benar-benar mengetahui bahwa negara Indonesia menjadi negara dengan berbagai macam keragaman suku bangsa dan budaya serta keyakinan yang ada. Nah keberagaman ini sudah dilihat dari banyaknya aspek , dimulai dari : Aspek Agama ; Latar belakang ; Suku ; Adat istiadatnya ; Sosial Budaya sampai dengan bahasa yang beragam bentuknya. Nah untuk bisa menciptakan negara aman dan terhindar dari bentuk-bentuk konflik sosial, disini kita sangat membutuhkan adanya rasa toleransi tersebut. Jika nantinya masyarakat Indonesia tidak sedikitpun yang memiliki sikap toleransi, maka sudah dipastikan jika negara akan menemui banyak masalah dan juga hambatan yang nyata. 

Oleh sebab itu, sangat amat penting sekali bahwa sikap dari Pluralisme harus bisa dikenalkan dan bisa dikembangkan sejak usia dini. Melalui apa caranya ? mudah dengan melalui Pendidikan Pluralisme saja yang dikembangkan sejak usia dini. Konsep dari Pluralismenya sendiri sangat sederhana, dengan harus saling menghargai dan menghormati adanya perbedaan-perbedaan yang dimiliki. Sebagai contoh akan kami berikan beberapa Contoh dari Pluralisme dalam masyarakat Indonesia. 

Contoh dari konflik Etnis yang ada di Indonesia 

Dari jaman Indonesia Merdeka, berbagai catatan adanya konflik yang terjadi di salah satu daerah memang sudah banyak sekali terdengar, yang paling terkenal adalah mengenai  konflik SARA yang terjadi antara warga Dayak dengan warga Madura di kawasan Kalimantan Tengah. Konflik ini sendiri sudah terjadi dengan menewaskan setidaknya ada 315 orang dari Etnis madura. Hal ini tentu saja akan berdampak pada keberlanjutan dari konflik yang jauh lebih luas sampai ke daerah lainnya seperti kuala Kapuas, Pangkalan Bun hingga ke Palangkaraya. 

Konfliknya sendiri sudah dilatarbelakangi oleh adanya sikap atas 2 orang Pejabat yakni Fedlik dan Lewis yang sudah menjabat di Dinas Kehutanan dan Kantor bappeda dimana mereka sudah berencana dalam membatalkan pelantikan 10 Pejabat Eselon I, II, dan III dikarenakan berasal dari kalangan agama Islam. Ini sungguh miris ! seharusnya keyakinan dari seseorang atau antar umat bisa saling bertoleransi namun ini malah sebaliknya ! yang bisa dijadikan pembelajaran disini adalah Penanaman Pendidikan Pluralisme sebagai sebuah pegangan yang memang seharusnya dimiliki oleh Kedua pejabat tadi. Mereka sudah sangat mencerminkan betapa sangat minimnya rasa toleransi yang mereka miliki hingga mereka melakukan segala cara walaupun harus dengan daftar tangkasnet mengadu domba antar etnis demi menggagalkan sebuah pelantikan pejabat Eselon. 

Perbedaan dari Etnik dan Ras berikutnya sebagai pemicu yakni banyaknya orang-orang dengan Etnis China, lalu Arab, Pakistan sampai dengan Amerika yang ada di Indonesia. Disini kita juga mengetahui bahwa mereka secara fisik sangat berbeda sekali dengan kita, dimana mereka memiliki warna Putih, Kuning dan juga hitam. Tak luput juga melihat bahasa yang digunakan oleh daerah-daerah yang ada di Indonesia seperti halnya Papua – Jawa – Ambon maupun Nusa Tenggara Timur. Mereka semua berbeda tak hanya dari segi bahasa saja, namun pada pakaian, makanan dan minuman yang memang biasa mereka konsumsi. 

Contoh dari Pluralisme dalam Media 

Dengan memiliki berbagai macam Suku daerah yang sudah berdiri langsung dari banyaknya budaya yang beragam. Media juga sudah menjadi salah satu aspek penting yang tak kalah dari kemajuan serta perkembangan Pluralisme itu sendiri. Dan dalam Segi Media, pluralisme ini sendiri menjadi sebuah alat atas penyiaran informasi yang memiliki wewenang secara bebas dan merdeka dimana keberadaannya sudah bisa diakui oleh Negara dan Seluruh Masyarakat Indonesia. Media Massa yang ada di Indonesia harus bisa dijadikan sebagai salah satu wadah kontrol sosial di bawah naungan manajemen Profesional sehingga fungsi Media Sendiri bisa saja berjalan sesuai dengan hukum dan juga sebagaimana mestinya. Selain daripada itu, Dewasa ini media juga harus bisa dijadikan sebagai ajang mengutarakan pendapat sebebas bebasnya. Namun, dalam rangka mengontrol jalannya pemerintahan bukan untuk merugikan salah satu pihaknya. 

Pluralisme dalam Segi Pendidikan di Indonesia 

Disini kita semua juga sudah paham, bahwa  Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki Masyarakat Multikultural. Nah pengertian dari Masyarakat Multikultural itu sendiri adalah setiap daerah memiliki Ciri Khas tersendiri yang berbeda dengan daerah lainnya. Nah Dampak Positif terhadap Keberagaman Budaya memang sudah ada, namun melalui pendidikan bisa saja mengajarkan bahwa Arti Pluralisme ini sangat mutlak untuk bisa dibutuhkan. Sebenarnya apa itu pendidikan Pluralisme ? jadi ini menjadi pendidikan yang memiliki fungsi sebagai wadah dalam melindungi dan menjaga beragam Pluralisme yang ada di Indonesia. Dimulai dari Suku – Agama – Ras hingga Budaya yang ikut saja memunculkan tata Nilai, Keterbukaan dan Dialog bagi penerus bangsa yang khususnya anak muda. 

Pendidikan Pluralisme ini sudah dimaksudkan untuk bisa meningkatkan adanya pemahaman kita mengenai betapa sangat luas dan mampu untuk menembus berbagai Perbedaan Etnis, Budaya dan Agama dengan tujuan ada rasa kemanusiaan yang muncul di sana. Pendidikan dasar kemanusiaan untuk bisa membuka Solidaritas para warga negara. Disini dalam pendidikan Pluralisme juga bisa diharapkan para pendidik bisa mendefinisikan dan menerangkan secara jelas mengenai keberagaman Budaya dalam menghadapi bermacam-macam perubahan yang mungkin saja bisa terjadi di salah satu daerah atau bahkan di dunia sekalipun itu. Nah pendidikan Pluralisme ini diharuskan dapat memberikan respon cepat terhadap segala bentuk perkembangan atau penuntutan persamaan keadilan di lingkungan sekolah misalnya. 

Contoh Budaya dalam Pluralisme 

Disini keberagaman budaya juga bisa menjadi salah satu penyebab terbesar yang seringkali memicu timbulnya Konflik di Indonesia. Ini merupakan salah satu faktor yang menjadi penghalang utama dan juga pemicu masalah dalam suatu kelompok etnik yang mana, Kelompok ini lalai dalam menghargai berbagai macam perbedaan yang ada. Nah hal ini mampu memicu timbulnya persaingan dan menganggap Etnik sendiri sebagai yang terbaik sedangkan etnik lain juga dianggap buruk. Akan tetapi, dengan memahami budaya dalam pluralisme ini, kalian bisa memperkecil timbulnya konflik. 

Masyarakat etnik ini bisa saja diajak untuk belajar dalam memberikan tanggapan terhadap lingkungan sosial sekitar dan membuka kesempatan seluas-luasnya atas contoh Pluralisme dalam masyarakat kepada budaya yang baru saja masuk. Nah budaya yang baru masuk ini, bisa saja disaring terlebih dahulu. Mana yang seharusnya Dipertahankan, mana yang perlu adanya perbaikan. Nah selanjutnya, Pluralisme dalam budaya juga bisa diusahakan dari sikap saling menerima antar etnik yang berdekatan. Hal ini bisa kalian tunjukan dengan melalui kegiatan dari penyatuan dua budaya bersama-sama. 

Jadi itulah beberapa jenis contoh atas Pluralisme Masyarakat yang ada di Indonesia. Semoga rasa Pluralisme Positif selalu kalian kembangkan sampai ke cucu kalian kelak nantinya. Agar mampu menjadi generasi bangsa yang Positif.