Keberagaman Masyarakat Pluralitas di Indonesia

Pluralitas Pluralisme sudah menjadi sebuah realita dan harus diterima sebagai seorang kekayaan Nasional Bangsa Indonesia. Dengan kalian belajar mengenai Pluralitas di negara Indonesia sendiri berarti belajar mengenai kemajemukan masyarakat yang langsung saja terdiri dari keberagaman suku bangsa – lalu ras – agama – pekerjaan dan masih banyak lagi yang lainnya. Jika dilihat dari Geografis Indonesia, maka ini menjadi negara kepulauan yang sudah memiliki banyak sekali perbedaan diantara kebudayaan dan lainnya dari ujung Barat sampai ke Ujung Timur. Ini semua memang negara Indonesia sendiri ada lebih dari 500 Suku Bangsa yang mana, dari sekian banyaknya suku bangsa sudah memiliki unsur-unsur yang sama namun masih banyak juga yang berbeda-beda. Bahkan tak jarang ada yang bertolak belakang antara satu suku dengan suku lainnya, antara 1 agama dengan agama lainnya dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Melihat Pluralitas Pluralisme dari Ilmu Pengetahuan dan Lainnya 

Bisa benar-benar di argumentasikan bahwa sifat dari Pluralistik Pluralisme masuk ke dalam faktor utama di dalam pertumbuhan pesat Ilmu Pengetahuan yang ada. Dan pada giliran yang ada, pertumbuhan pengetahuan bisa dikatakan mampu untuk menyebabkan adanya kesejahteraan manusia menjadi begitu bertambah dikarenakan, jauh lebih besar Kinerja dan pertumbuhan ekonomi serta lebih baik lagi teknologi kedokterannya. Sebagai contohnya kami jelaskan dalam bentuk keberagaman Pluralitas Pluralisme atas Keagamaan dan Kebudayaan. 

1) Melihat Perbedaan Agama 

Terdapat beberapa agama dan banyak sekali aliran kepercayaan yang sudah diakui oleh bangsa Indonesia. Sehingga, dalam hal ini sangat amat lumrah jika sudah melihat adanya upacara sembahyang yang berbeda-beda juga. Kurang lebihnya terdapat 6 agama mutlak yang bisa diakui oleh Bangsa Indonesia, terakhir peresmian ke-6 pada Agama Konghucu. Selain itu, di dalamnya juga masih banyak aliran-aliran kepercayaan seperti halnya masyarakat Kejawen yang umumnya aliran kepercayaan ini dianut oleh orang-orang Jawa. setiap agama memiliki ajaran dan juga peninggalan yang berbeda-beda bagi umatnya. Agama Hindu dan juga Budha sudah meninggalkan berupa Patung dan Relief pada dinding Candi. Sedangkan untuk manasa perkembangan Islam yang ada di Indonesia menjadi hasil seni berganti dengan Relief – Patung, Islam dengan Seni Kaligrafi dan Masjid. Walau demikian, masyarakat yang ada di Indonesia ini mampu untuk mengembangkan Sikap Toleransi dan juga Kerukunan di antara umat beragama. Yang maan toleransi dalam beragama ini mampu untuk menciptakan adanya integrasi sosial didalam masyarakat yang beragam juga. 

2 ) Perbedaan dari Budaya 

Jadi Pluralitas dan Pluralisme di Indonesia sendiri bisa ditemui juga dalam kebudayaannya. Budaya sendiri bisa benar-benar diartikan sebagai suatu kebiasaan atau sebuah pola perilaku akan keterampilan yang langsung saja diwariskan secara turun temurun dan juga sudah dimiliki oleh sekelompok masyarakat tertentu. Melalui budaya ini sendirilah yang akan benar-benar menimbulkan sebuah kekhasan yang mampu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. 

Menurut dari Sosiolog J.J Hoenigman sudah ada 3 wujud budaya yang terdiri langsung menjadi :

  1. Wujud Gagasan 

Jadi gagasan di dalam budaya sendiri bisa saja berupa sebuah Ide, lalu Nilai, adanya peraturan sampai dengan Norma yang memang memiliki sifat tidak dapat disentuh maupun diraba. Yang mana gagasan ini bisa saja terdapat pada pikiran manusia itu sendiri. Kebudayaan yang berwujud pada gagasan itu sendiri contohnya seperti Norma yang sudah berlaku di lingkungan sekitar, tidaklah tertulis namun ditaati langsung oleh masyarakatnya. 

  1. Wujud Tindakan atau Aktivitas 

Jadi tindakan atau aktivitas ini menjadi kebudayaan yang berupa pada perayaan secara rutin bagi masyarakat tertentu. Aktivitas kebudayaan ini memiliki sifat yang nyata, dan sudah terjadi pada kehidupan sehari-hari dan benar-benar bisa diamati oleh manusia. Contohnya adalah dalam masyarakat Jawa terdapat kegiatan Mitoni atau selamatan 7 bulan dari kehamilan anak pertama. 

  1. Wujud Karya 

Kebudayaan yang satu ini merajuk pada kebudayaan fisik sebagai hasil dari tindakan manusia. Wujud kebudayaan ini bisa berupa pada benda-benda yang mampu untuk dilihat – diraba dan juga didokumentasikan. 

3) Perbedaan pada Suku Bangsanya 

Pluralitas Pluralisme sendiri bisa ditemukan langsung dari banyaknya Suku Bangsa yang hadir di Indonesia. Kurang lebihnya jika dihitung sudah lebih dari 300 Kelompok. Dimana populasi tertinggi sendiri jatuh pada Pulau Jawa. suku yang satu ini tak hanya tinggal di dalam Pulau Jawa tersebut, namun mereka semua melakukan transmigrasi ke pulau-pulau lainnya yang ada di Nusantara. Bahkan hebatnya mereka mampu bertahan juga di negara orang lain. 

4) Perbedaan pada Pekerjaannya 

Untuk pekerjaan sendiri sudah masuk ke suatu aktivitas yang mana dilakukan oleh manusia untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Hal ini memang dikarenakan manusia sangat amat membutuhkan jasa orang lain melalui sebuah pekerjaan yang telah dilakukannya. Pekerjaan ini sudah dikelompokan menjadi 2 yakni sebagai pekerjaan Sektor Formal dan juga Sektor Non Formal. Mengenai pekerjaan dari Sektor Formal terkait langsung dengan adanya suatu sistem yang sudah berlaku baik ini dari sisi Swasta maupun pada sisi Pemerintahannya. Seperti halnya : Perusahaan, lalu Guru, dan juga PNS. sedangkan mengenai pekerjaan Non Formal seperti halnya : Perdagangan – Petani dan juga para Wiraswasta. 

Peranan dan Fungsi dari Keragaman Suatu Budaya 

Jika benar-benar membahas Pluralitas Pluralisme yang ada di negara Indonesia, maka tidak akan ada habisnya dikarenakan memang dari Ujung Timur ke Ujung Barat Budaya yang ada di Indonesia sudah memiliki langsung banyak keberagaman di dalamnya. Contohnya saja pada Tarian Saman dan Tarian Jaipong. Kedua tarian ini menjadi tarian asli dari Indonesia dan hal ini bisa benar-bean menggambarkan betapa kayanya negara Indonesia ini. Ada juga fungsi lain dari keberagaman Budaya dalam sebuah konteks dari pengembangunan Nasional yang diantaranya sebagai sebuah daya tarik bangsa asing, lalu mengembangkan kebudayaan nasional, mulai tertanamnya sikap toleransi, mampu untuk melengkapi hasil dari budaya dan bisa mendorong Inovasi pada kebudayaannya. 

Mengenai ini semua Terhadap Bangsa 

Tidak bisa disangkal adanya sebuah keberagaman tersebut menjadi tantangan bagi Bangsa Indonesia dan sudah menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi Pemerintah di dalam menjaga maupun perbedaan tersebut. Dimana hal ini akan benar-benar memunculkan adanya gejala dari keakuan budaya maupun Ego Culture yang ada dalam tataran tertentu dan mampu untuk mengakibatkan lahirnya prasangka sosial. 

Prasangka inilah yang bisanya menjadi sebuah pemicu utama dari adanya disorganisasi sosial, bahkan adanya disintegrasi sosial juga. Pada dasarnya memang budaya-budaya daerah yang begitu hidup di Indonesia sudah dibangun atas 3 Nilai Dasar yang begitu dominan sekali bernilai religius. Jadi inilah artikel yang bisa kami tayangkan untuk menambah informasi ke para pembacanya mengenai dunia Pluralitas Pluralisme yang sudah begitu menyebar di Indonesia. Jadi intinya, tetap menjaga rasa toleransi ke sesama saja ya guys.